Yura Merakit Ruang Kolaborasi dengan Difabel

0
69

Oleh: Dera Sofiarani

[Bandung, 19 Desember 2019] Siapa yang tak mengenal penyanyi bersuara khas dengan lagu andalan Berawal dari Tatap, Intuisi, Cinta dan Rahasia.

Yura Yunita adalah penyanyinya. Baru beberapa hari yang lalu tepatnya pada tanggal 15 Desember 2019 bertempat di Blok M Square Jakarta, Yura Yunita mengadakan acara bertajuk Yura Merakit Ruang Kolaborasi. Acara berisikan kegiatan fun cooking bersama teman netra, beauty class bersama teman netra dan teman tuli, pertunjukan perkusi teman tuli. Selain itu, ada juga acara foto dan videografi bersama teman tuli yang dilaksanakan pada 20 Desember 2019.

Acara Yura Merakit Ruang Kolaborasi ini sebagai wujud kasih Yura terhadap teman-teman disabilitas, sekaligus perayaan atas suksesnya album Yura yang diberi nama Merakit.

Pada acara tersebut, Yura melibatkan beberapa artis di antaranya adalah Rizky Febian dan Nadin Amizah. Yura mempersiapkan semuanya dengan sangat matang. Kepada Newsdifabel.com mereka mengungkapkan bahwa relawan yang turut membantu, baik saat beauty class maupun saat fun cooking sangatlah baik, ramah, dan mengerti akan teman-teman disabilitas.

Saat mewawancarai tiga teman tuli yaitu Laras, Revita, dan Karina bersama penerjemah bahasa isyarat, mereka mengungkapkan bahwa acara yang diadakan oleh Yura Yunita sangatlah menyenangkan dan menarik karena salah satu yang ingin mereka pelajari adalah cara ber-make up. Sedangkan saat mewawancarai salah satu teman netra yang bernama Misya, dirinya mengungkapkan bahwa “Ini kali pertama aku ikut dan aku seneng banget, aku pengen ngasih tau ke keluarga bahwa biarpun aku tunanetra tapi tetep bisa make make up.”

Esensi dari acara kolaborasi yang diadakan oleh tim manajemen Yura Yunita ini perlu diberi apresiasi setinggi-tingginya. Tentu kami dari masyarakat difabel berharap acara dengan makna kepedulian dan solidaritas ini akan tetap ada.

Dengan adaya kolaborasi ini kami berharap bahwa semakin terangkat eksistensi teman disabilitas dan pada akhirnya keadaan teman disabilitas dapat disetarakan dengan masyarakat, khususnya di bidang seni.

Kita semua tahu bahwa produksi atau penciptaan estetika bisa datang dari siapapun. Jika setiap orang boleh menjadi seniman sebab ruang hakikat seni adalah universal, termasuk bagi disabilitas. Tuhan mencintai keindahan oleh karenanya, semua ciptaan Tuhan itu indah. Dan raga yang ada di tubuh difabel juga indah.

Dengan begitu, Yura sebenarnya sedang mempertontonkan bagaimana itu seni yang inklusif.

Editor: Barr.