Yudi Winarmoko ASN Sekaligus Fasilitator Fisik dan Keterampilan

0
207

Penulis: Agus Maja

Newsdifabel.com — Awal seorang Moko sapaan akrab Yudi Winarmoko terlibat sebagai instruktur musik Combo Band ketika 2001, alat musik yang diajarkannya terdiri dari perkusi, vokal/teknik menyanyi, bas, gitar, drum, dan keyboard atau piano.

Bukan hanya alat modern saja, Moko juga sangat mahir menggabungkan alat musik modern dengan alat musik tradisional menjadi sebuah alunan lagu yang begitu megah dan kultural.

Dalam proses mentransfer keterampilan musik kepada difabel netra tentu saja Moko mempunyai kendala. “Kendala mengajarkan alat musik tidak begitu berarti namun yang paling sulit adalah melatih emosi, kadang kala anak-anak yang saya ajari emosinya tidak terkendali, maksudnya adalah, mereka terlalu semangat sehingga mengimprovisasi di luar instruksi. Selain itu seringnya mereka ingin mencoba semua alat musik sehingga tidak fokus pada satu alat musik yang pada akhirnya kemampuannya nanggung, setengah-setengah”, ungkap Moko.

Paling dasar untuk mengetahui anak didiknya mempunyai kemampuan dalam bermusik, Moko melakukan tes minat dan bakat serta wawancara untuk mengetahui latar belakang anak didiknya, apakah pernah belajar alat musik atau sudah menguasai alat musik. Sampai sekarang Moko hanya sendirian dalam mendidik dan mengolah kemampuan anak. Dan cara mengatasi permasalah anak didiknya agar mudah ialah, ia selalu menyelipkan lagu-lagu yang disukai anak didiknya.

“Seorang difabel netra yang sudah memiliki basis bermusik membutuhkan waktu empat bulan untuk menyinergikan permainan dalam sebuah band combo”, kata Moko.

Dari 2001 hingga sekarang, banyak group band difabel netra yang sudah menjadi kelompok peofesional musik dengan binaan seorang Moko. Bahkan pekerjaan utama anak didiknya tidak hanya memiliki satu pekerjaan di musik saja, mereka ada yang bekerja sebagai terapis, operator bank, dan profesi atlet.

Harapan seorang Moko kepada difabel netra adalah, “Jangan cukup puas dengan satu kemampuan saja”. Dan untuk pemerintah, agar segera mengimplementasikan undang-undang difabel sebagi regulasi, sebab itu adalah payung hukum baik dalam hal pekerjaan atupun hak dalam kehidupan bermasyarakat”.

Salah satu anak didik Moko mengatakan pada Newsdifabel.com, “Opin mengakui bahwa cara mengajarnya enak dan mudah dimengerti.” Hal senada juga diungkapkan Mia, “Menurut saya, cara mengajar Pak Moko mudah dimengerti dan dapat memecahkan masalah dengan solusi, terimakasih untuk Pak Moko yang telah mendidik saya sehingga dapat menjadi seorang pemusik.”

Saat ini, Yudi Winarmoko tercatat sebagai ASN di BRSPDSN Wyata Guna Bandung.