Yayasan Humaniora Konsisten dalam Pengembangan Bakat Anak Difabel

0
508

Penulis: Zaenal

Newsdifabel.com — Bakat dan minat penting untuk terus dikembangkan pada anak berkebutuhan khusus (ABK). Hal ini didasari dengan adanya ABK yang pada umumnya memiliki hambatan dalam proses pembelajaran, sehingga untuk dapat memahami materi yang diberikan oleh pendidikan formal, sebagian ABK mengalami kesulitan. Untuk itu diperlukan pengembangan aspek lain yang mampu mengantarkan ABK hidup madani dan mandiri. Inilah tujuan Yayasan Humaniora Indonesia, yang mencoba konsisten mengembangkan potensi ABK.

Semangat meningkatkan kualitas pendidikan bagi difabel sebenarnya selaras dengan agenda World Education Forum di Senegal yang mengadopsi Dakar Framework for All, Education for All: Meeting Our Collective Commitments.

Dijelaskan bahwa upaya membangun kualitas sumber daya manusia adalah melalui pendidikan yang meliputi enam aspek, yaitu PAUD, pendidikan dasar, pendidikan keaksaraan, pendidikan kecakapan hidup, kesetaraan dan keadilan gender serta mutu pendidikan. Fakta di lapangan, sekolah yang menangani pengembangan bakat dan minat anak difabel secara kekhususan belum ada.

Program olahraga dan seni yang diterapkan saat ini cukup menarik antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka di yayasan ini. Usia peserta yang dapat mendafftar pun cukup luas, mulai dari tingkat Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas bisa berpartisipasi. Diharapkan dengan adanya kegiatan bagi anak berkebutuhan khusus dapat memberikan pendidikan dan mengembangkan potensi anak difabel berdasarkan bakat dan minatnya.

Yayasan yang bersekretariat di Jl. Cicendo, Gedung Korpri No. 4C Bandung ini dibina oleh 19 orang pengurus. Meskipun terhambat dengan adanya kendala dari pihak internal, seperti kekurangan pelatih yang berlisensi, dan kendala dari pihak eksternal, seperti sumber pendanaan, tidak membuat kinerja yayasan menjadi mati kutu. Dibuktikan dengan adanya rutinitas latihan setiap hari, serta sempat menggelar perhelatan besar seperti kejuaraan Kejora Cup tahun 2018 dan Jabar Championship Taekwondo tahun 2019 se-Jawa Barat.

Menurut Mas’udi, ketua Yayasan Humaniora Indonesia yang berhasil kami hubungi secara daring, mengatakan bahwa sampai saat ini dalam kegiatan yayasan belum ada dukungan dari pemerintah dan sumber pendanaan, hanya berasal dari swadaya internal humaniora saja. “Dalam melaksanakan kegiatan, Humaniora berjalan sendiri dan belum melibatkan pihak lain.” kata Mas’udi.