Yang Ada di Benak Driver Online Jika Dapat Penumpang Difabel

0
379

Redaksi

[Bandung, 30 Juli 2019] Namanya Andika Yuda Pratama, selama tiga tahun berprofesi sebagai driver taksi online, dirinya sering mendapat penumpang seorang difabel netra.

Sering saya narik penumpang tunanetra. Biasa aja, sih, kayak narik teman-teman yang biasa. Gak ada bedanya. Saya malah senang bisa sambil bantu mereka.” ujar Andika.

Saat dikonfirmasi perihal pembayaran, dirinya mengatakan bahwa, teman-teman difabel netra kebanyakan menggunakan non tunai saat membayar.

Ada pernah beberapa kali yang pake uang tunai. Tapi mereka sepertinya udah tahu pecahan berapa saja yang dikasih. Paling ada juga yang konfirmasi nanya uangnya pecahan berapa. Ya, saya jawab apa adanya sesuai dengan jumlah besaran uangnya. Gak ada niat saya nyebutin pecahan salah. Misal, 100 ribu saya bilang 50 ribu, gitu. Itu, kan, termasuk penipuan. Terus kalau saya kayak gitu, usaha saya jadi gak berkah.” tutur pria berusia 28 tahun itu panjang lebar.

Andika mengaku senang dapat penumpang difabel netra. Tidak jarang dirinya turun dari mobil lalu menuntun penumpangnya hinga sampai depan pintu.

Pernah waktu itu saya antar penumpang sampai depan ke tujuan yang masuk gang, gitu. Kebetulan penumpang saya bilang, dia baru pertama datang ke daerah itu. Belum faham daerahnya, katanya. Dengan senang hati saya bantu dia.” tutur driver baik hati itu. Semoga setiap driver taksi online memiliki kelembutan hati seperti Andika.

Moko (difabel netra) adalah pelanggan setia salah satu transportasi online yang berasal dari Kota Bandung. Pria yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) itu mengaku senang dengan adanya fasilitas publik berupa transportasi online itu.

Moko mengatakan, “Dengan transportasi online ini lebih efektif waktu, lebih cepat, lebih hemat.” tuturnya seraya tersenyum. Moko belum pernah mengalami hal negatif selama menggunakan aplikasi transportasi online tersebut.

Pernah, sih, pas pesan salah titik, jadi bingung. Tapi, kan, bisa dikembaliin. Jadi gak masalah.” katanya.

Senada dengan Moko, Irvan (difabel netra) berpendapat bahwa, transportasi online sangat membantu kegiatan sehari-harinya.

Atlet paralimpik Ten Pin Bowling itu mengatakan, “Aplikasi transportasi online sudah enak. Bisa diakses oleh screen reader di android dan IOS. Jadi, teman-teman pengguna android dan IOS bisa pesan tranportasi online sendiri. Enggak cuma pesan tranportasi misal, motor atau mobil saja, tapi teman-teman juga sering pesan makanan online. Jadi, kalau laper, gak susah-susah lagi cari tukang dagang.” selorohnya.

Dirinya berharap, tarif tranportasi online tidak naik. Tetap banyak promo. Jadi, tidak menguras saku.

Lain Moko, lain Irvan. Erni (difabel netra) mengungkapkan pendapatnya; “Kebantu banget dengan adanya transportasi online. Cuma, kadang drivernya gak hafal jalan. Terus gak bisa pake map. Saya, sih, ingin setiap driver online tahu, dan bisa pake map, jadi kan gak bingung nyari-nyari alamat.” ujar perempuan 34 tahun itu menyampaikan harapannya.

Dengan adanya transportasi online yang sudah dapat diakses oleh teman-teman difabel netra ini diharapkan peningkatan keamanan dan kenyamanan dari pengembang terus dilakukan. Pengawasan dari pemerintah pun perlu dilaksanakan sesuai peraturan yang sudah ditetapkan.