Webinar Wawasan Organisasi untuk Difabel Netra

0
507

Penulis: Zaenal 

Newsdifabel.com — Masih banyak difabel yang merasa ragu ketika dihadapkan dengan dunia organisasi, bingung bagaimana cara berkontribusi, beradaptasi, dan agar diterima di sebuah organisasi.

Dalam konteks itulah, Komunitas Sobat Belajar bekerjasama dengan Madrasah Aliyah Negeri 2 Sleman, Yogyakarta mengadakan webinar Kiat-Kiat Penyandang Disabilitas Netra di Dalam Organisasi Umum.

Dengan pembahasan yang segar, inspiratif, dan interaktif, program ini menghadirkan Andi Zulfajrin Syam, seorang difabel netra yang telah memiliki segudang pengalaman dalam berorganisasi dan tidak diragukan lagi keilmuannya. Kemudian program ini juga melibatkan mahasiswa dari Prodi Hubungan Internasional Universitas Brawijaya sekaligus Ketua Umum Forum Mahasiswa Peduli Inklusi.

Kegiatan yang berlangsung pada 19 Desember 2020 ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi di sebuah organisasi non difabel, memberikan trik dan tips seorang difabel bisa menyesuaikan dalam kegiatan organisasi sehingga mampu beradaptasi kemudian berpeluang dan mampu menjadi pemimpin organisasi difabel maupun non difabel.

Selain mendapatkan e-sertifikat, ilmu, dan pengalaman, webinar ini juga berfungsi membangun relasi. Webinar diikuti oleh 40 orang dari 80 orang yang mendaftar. Hal tersebut terjadi karena adanya gangguan jaringan terkait penggunaan aplikasi zoom. Untuk itu panitia manyiasati jalur komunikasi menggunakan channel YouTube Pertuni Jawa timur.

Kegiatan yang baru pertama kali diadakan ini merupakan program akhir dari sebuah kelas diskusi wawasan organisasi yang khusus difabel netra.

Selain hambatan teknis dari segi persiapan, pelaksanaan, serta jumlah anggota panitia minim, panitia juga sempat kesulitan dalam mendesain e-sertifikat yang akan diberikan kepada pemateri dan peserta. Namun berkat bantuan dari Madrasah Aliyah Negeri 2 Sleman, hal itu bisa teratasi dan acara dapat berjalan lancar.

Harapan panitia penyelenggara ketika seorang difabel ikut serta dalam organisasi non difabel, dapat berkontribusi secara maksimal baik menjadi pemimpin atau anggota. Bahwasanya masih banyak difabel khususnya netra merasa lebih dikasihani dari anggota lainnya dan sering merasa takut dalam pelaksanaan kegiatan ataupun mengambil keputusan.

Jadi meskipun kita difabel netra tapi kita mampu berdaya guna seperti memberi ide konsep sebuah acara, memberikan masukan, menjadi mediator atau penghubung serta mencari pendanaan sebuah program kerja. Agung Pamuji, sebagai ketua panitia sangat berharap kegiatan seperti ini bisa terus diadakan dan dia siap berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.