Utusan Khusus Sekjend PBB tentang Disabilitas dan Aksesibilitas

0
502
Foto María Soledad. Sumber: https://inclusion-europe.eu

Oleh: Barr

[Bandung, 27 Desember 2018] Ada lebih dari 1 miliar orang dengan berbagai bentuk disabilitas, terhitung 15 persen dari populasi dunia. Terlepas dari kemajuan luar biasa menuju masyarakat yang aksesibel, masih ada kesenjangan besar antara komitmen yang dibuat dan pengalaman praksis sehari-hari para penyandang disabilitas. Karena itu, upaya bersama harus dilakukan untuk memastikan bahwa para penyandang disabilitas tidak tertinggal sebagaimana dijanjikan oleh Agenda 2030 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s). Diangkat sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal untuk Disabilitas dan Aksesibilitas sejak Juni, María Soledad Cisternas Reyes telah mempromosikan hak-hak penyandang disabilitas di tingkat regional dan global.

Sebelum pengangkatan saat ini, Cisternas adalah Ketua Komite Hak-Hak Penyandang Disabilitas PBB dan penerima Hadiah Nasional Hak Asasi Manusia (2014-2015). Dia telah bekerja bersama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang masalah disabilitas selama dua dekade terakhir, termasuk melayani sebagai ahli di hadapan komite ad hoc yang mengembangkan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas, di mana ia juga pelapor untuk menerima keluhan individu.

Sebagai seorang pengacara hak asasi manusia, ia juga menjabat sebagai Direktur Program Hukum Disabilitas di Fakultas Hukum Universitas Diego Portales, dan berkontribusi pada kampanye hak-hak para penyandang disabilitas di tingkat nasional, regional, dan internasional.

Cisternas melatih para hakim kota, pegawai negeri, dan anggota masyarakat sipil di berbagai daerah di Chili dalam berbagai aspek hak-hak para penyandang disabilitas, dengan mengacu pada Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas; bersama-sama memproduksi film dokumenter “Six Women in America” yang berhubungan dengan proses implementasi konvensi dari perspektif jender; dan memberi nasihat kepada Sekretariat Hak Asasi Manusia Uni Amerika Latin untuk Tunanetra (ULAC) dan anggota Kelompok Penasihat Jaringan Ibero-Amerika dari Organisasi Non-Pemerintah Penyandang Disabilitas (RIADIS).

Dia lulus dari Universidad Catolica de Chile dengan gelar sarjana hukum, dan dianugerahi gelar pengacara Mahkamah Agung. Cisternas juga telah menyelesaikan studi masternya dalam ilmu politik di universitas yang sama dengan fokus pada kajian politik dan institusi.