Tom Ridge: Sudah Saatnya Mengakhiri Diskriminasi Upah Pekerja Difabel

0
662

Penulis: Barra

Newdifabel.com – Satu dari lima orang Amerika memiliki kedifabelan. Tidak ada alasan untuk memperlakukan seluruh kelas pekerja Amerika secara berbeda dari yang lain hanya karena mereka difabel. Warga Amerika yang menonton wawancara Presiden Joe Biden di CBS adalah keluarga yang berhubungan dengan orang-orang difabel.

Presiden Biden melalui Norah O’Donnell mengatakan bahwa kelompok difabel masuk dalam program bantuan Covid-19 yang bernilai total 1.9 triliun dolar. Tentang kenaikan upah untuk difabel, ada masalah prosedural yang masih diperdebatkan di Kongres.

Namun, alasan prosedural harusnya bisa dikesampingkan karena bagi keluarga yang hidup dengan kedifabelan, karena yang terpenting adalah pencapaian upah layak.

Sebagai bagian dari American Rescue Plan-nya, Biden telah mengusulkan tidak hanya menaikkan upah minimum tetapi juga menghapus undang-undang dengan usia hampir seabad yang memungkinkan pemberi kerja untuk membayar individu dengan kedifabelan jauh lebih rendah daripada upah minimum federal sebesar $ 7,25 per jam.

Tidak ada alasan untuk memperlakukan seluruh kelas pekerja Amerika secara berbeda dari yang lain hanya berdasarkan karakteristik kedifabelannya, namun itulah yang diatur oleh undang-undang saat ini.

Organisasi Nasional Disabilitas adalah organisasi difabel terbesar dan paling efektif di Amerika dalam menentang upah rendah untuk pekerja difabel. Mereka memuji Biden atas komitmennya untuk menghapus upah rendah, berharap dapat bekerja sama dengan Partai Republik dan Demokrat di Kongres untuk menyelesaikannya karena tidak bisa berlama-lama membiarkan difabel menjadi korban tarik-ulur perundingan di DPR dan Senat.

Dalam wawancaranya dengan USA Today, Tom Ridge merespon harapan itu dengan mengatakan, “Ketika saya bersaksi di hadapan Komisi Hak Sipil AS tentang masalah ini pada tahun 2019, saya menjelaskan bahwa Undang-Undang Hak Sipil tahun 1964 yang bersejarah dengan tegas memberi tahu dunia bahwa diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, atau orientasi tidak akan ditoleransi di Amerika. Undang-Undang Penyandang Disabilitas Amerika memperluas perlindungan Undang-Undang Hak Sipil yang kuat dan bersejarah untuk melibatkan difabel. Semua orang Amerika harus memiliki kesempatan untuk mengejar impian mereka.”

Penghapusan Pasal 14 (c) dalam Fair Labor Standards Act (Undang-Undang Standar Buruh yang Adil—FLSA) terus digemakan karena memuat diskriminasi. Pada tahun 1938, ketika undang-undang FLSA disahkan, isinya menganggap bahwa pekerja difabel kurang produktif dibandingkan pekerja nondifabel. Dalam retrospeksi, itu adalah asumsi yang salah. Para aktivis HAM dan difabel menginginkan sikap adil terhadap maksud dari undang-undang, agar hukum memberikan kesempatan sama kepada difabel untuk memasuki dunia kerja, dan mendapatkan upah setara dengan nondifabel.

Dengan memastikan bahwa penghapusan upah rendah tetap menjadi bagian dari American Rescue Plan, Presiden Biden memberikan isyarat kuat bahwa semua orang Amerika, termasuk mereka yang difabel, harus memiliki kesempatan untuk mendapatkan kesejahteraan dan keamanan finansial yang diinginkan semua warga.

(Tom Ridge adalah Sekretaris Keamanan Dalam Negeri AS pertama dan gubernur Pennsylvania ke-43. Ketua Organisasi Disabilitas Nasional).