Tips Sederhana Melayani Tunanetra di Warung Nasi

0
363
Hidangan warung nasi (Foto: Barr)

Oleh: Bayu

[Bandung, 30 Oktober 2018] Kesulitan tunanetra mengetahui benda-benda yang ada di sekitar lingkungan barunya membuat mereka membutuhkan waktu untuk melakukan orientasi. Tujuan ini agar mereka mampu mengenali setiap benda yang ada di lingkungan tersebut.

Begitu pula ketika mereka hendak makan. Menu yang sudah tersedia di atas piring tidak dapat langsung disantap begitu saja, mereka harus mengetahui letak lauk-pauk dan menu lain yang ada di piring. Apalagi bila terdapat sambal dalam menu yang dipesan oleh mereka, terkadang pelayan warung nasi tidak mengatakkan letak sambal tadi, sehingga saat mereka mulai menyantap hidangannya kadang sambal yang biasanya diletakkan di sudut piring langsung disantap semuanya.

Padahal, sambal sebagai menu tambahan bagi mereka pecinta rasa pedas pun harusnya disantap sedikit demi sedikit untuk memberi sensasi di lidah. Begitu pula bila ada lauk-pauk lain, tunanetra harus lebih dulu mengetahui letak isi menu tersebut. Kondisi ini untuk memperkirakan  tempat lauk-pauk itu sehingga tidak tersenggol sendok atau terjatuhkan dari piring.

Lantas, bagaimana cara untuk menyajikan hidangan makan kepada tunanetra?

Misalkan: Saat seorang tunanetra memesan menu makanan, hendaknya pelayan warung nasi mengetahui pelanggan yang datang tersebut adalah tunanetra yang biasanya membawa tongkat. Setelah mengetahui siapa pelanggannya, ia pun dapat membantunya untuk memberi informasi mengenai nama menu yang tersaji di warungnya. Karena daftar menu yang biasanya telah tersedia, tidak akses untuk dibaca oleh pelanggan tunanetra.

Lalu, setelah daftar menu makanan juga minuman dibacakan, pelayan membantu pelanggan tunanetra itu ke meja-kursi dengan menuntunnya. Setelah itu menginformasikan tata letaknya dengan menyentuhkan tangan pelanggannya tersebut ke meja dan kursi.

Kemudian saat pelayan menghantarkan menu yang sudah dipesan tadi, ia dapat menyapa pelanggan tunanetra terlebih dulu sebelum meletakkan hidangan dan menjelaskan letak menu yang ada di piring.

Contoh: Ayam goreng berada di sebelah kanan arah jarum jam tiga, sayur tumis berada di arah jarum jam sebelas, tahu dan tempe berada di arah jam tiga belas, sambal berada di arah jarum jam delapan. Sementara, minuman yang dipesan berada di sebelah kanan piring.

Penjelasan ini penting sebelum mereka mulai makan. Pelanggan tunanetra dapat membayangkan terlebih dulu menu yang ada di atas piring tadi. Begitu juga letak gelas minuman agar tidak tersenggol oleh tangannya. Setelah pelanggan tunanetra selesai makan, tentunya pelayan warung nasi juga dapat mengingatkan pelanggannya untuk membayar.

Demikian tata cara interaksi sederhana antara pelayan warung nasi dengan pelanggan tunanetra yang hendak membeli makan dan minum di tempat Anda.