Tips Bagaimana Difabel Membangun Hubungan Asmara

0
671

Penulis: Barr.

Newsdifabel.com — Sebuah lembaga swasta bernama Easterseals yang bermarkas di Chicago, Amerika, memiliki pengalaman membuat penelitian tentang kehidupan cinta difabel. Mereka mengeksplorasi cinta dalam berbagai bentuk, mengambil sampel beberapa orang difabel untuk diobservasi tentang rasa cinta, kehidupan, persahabatan, keintiman, dan keinginan untuk menikah.

Semua akan bermuara pada pertanyaan, “Apakah lebih sulit menemukan cinta (kepada yang difabel maupun nondifabel), jika kau difabel?” Beberapa yang diobservasi mengatakan sulit pada awalnya. Tapi, cinta adalah cinta.

Observasi itu melibatkan seorang ahli psikologi klinis, Dr. Danielle Sheypuk. Hingga akhirnya ia memberikan lima tips untuk difabel ketika ingin berkencan saat sedang jatuh cinta.

Danielle Sheypuk adalah psikolog klinis berlisensi yang memiliki spesialisasi dalam perasaan cinta, hubungan psikologis, dan seksualitas. Dia sendiri adalah seorang difabel dan telah menguji teorinya secara langsung berkencan dengan difabel di New York.

Dalam wawancaranya dengan Easterseals, Dr. Danielle Sheypuk menyarankan agar seorang difabel menempatkan diri tengah-tengah masyarakat dan bersosialisasi.

Sebagai seorang psikolog“, kata Danielle, “saya dapat mengatakan bahwa kunci untuk mewujudkan hal ini dengan sukses adalah mengubah persepsimu tentang dirimu sendiri. Kembangkan citra dirimu sebagai orang yang menarik, memiliki banyak hal untuk ditawarkan, dan mampu menemukan cinta romantis. Karena itulah sejatinya dirimu.”

Nasihat itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Tetapi mencerna dan menginternalisasi beberapa tips favorit yang ditawarkan Danielle yang juga telah diterapkan dalam praktik kehidupan pribadinya, dapat membantu agar difabel sukses berintegrasi ke dalam dunia cinta-romantis. Yang harus dilakukan pertama kali adalah ungkapkan pada dunia bahwa kita adalah difabel.

Ini adalah cara fantastis untuk bertemu dengan orang-orang yang beragam dan menarik dari seluruh dunia. Pasang profil yang ditulis dengan baik, menyertakan pengakuan atau penjelasan singkat tentang kedifabelan diri, tanpa mengungkapkan informasi yang membuat diri sendiri tidak nyaman atau terlalu berlebihan.

Dr. Danielle Sheypuk (Foto: www.eparent.com)

Pertama, kata Danielle, biasakan dirimu dengan kualitas yang kamu miliki dalam diri sendiri, karena tiap orang memiliki segenggam emas dalam jiwanya. Dengan begitu, kau harus belajar mengenali dirimu, temukan emas itu.

Baca: Cinta itu Buta, Cinta itu Tuli?

Kedua, tempatkan dirimu ke dalam lingkungan sosial yang akan mendorongmu mengenali potensi diri, termasuk dengan orang-orang yang berpikiran terbuka.

Ketiga, sadari bahwa tidaklah aneh untuk membangun hubungan asmara dengan penyandang difabel atau nondifabel. Cinta adalah cinta saja, dan kau harus memegang keyakinan bahwa kau memiliki kualitas. Bayangkan ketika kau mampu menguasai banyak ilmu pengetahuan lalu mempresentasikan gagasanmu. Itu sangat seksi.

Kelima, tetaplah membuat kategori tentang rencana sebuah hubungan yang baik, agar tak membuatmu jatuh menjadi hubungan yang buruk. Jangan pernah sekali-kali merendahkan dirimu karena dengan begitu kualitasmu turut rendah. Tuhan menciptakanmu sebagai makhluk yang mulia. Sikap seperti itu sebenarnya tak hanya mengubah dirimu sendiri, tapi juga mengubah pandangan masyarakat pada difabel.

Dengan tetap memegang harga diri, mengunggulkan kualitas pemikiran, dan batin, lalu percaya diri, kau akan membantu memperbesar populasi difabel yang bisa menyampaikan: “Ya, saya difabel, dan saya berkencan dengan seorang difabel atau nondifabel.”

Dr. Danielle Sheypuk adalah ahli psikologi klinis yang keseharinya berada di atas kursi roda. Selain sebagai pakar, ia adalah advokat untuk hak-hak difabel. Sejak sekolah dasar ia menggunakan kursi roda, dan ia pernah mengejutkan jagat modeling ketika melintas di cat walk menggunakan kursi roda di acara New York Fashion Week.

Menyandang gelar Philosophy of Doctor (Ph.D) di bidang Psikologi Klinis dari The New School for Social Research di Kota New York, Dr. Sheypuk secara luas dianggap sebagai ahli dan komentator terkemuka tentang masalah yang dihadapi populasi difabel terutama soal hubungan asmara dan hal-hal intim antar difabel. Dia telah membangun praktik terapi pribadi yang sukses dan inovatif menggunakan perawatan berbasis Skype, yang dia rancang secara khusus untuk memudahkan difabel menghadiri pertemuan konseling.