Temuan Komite Hak-Hak Disabilitas untuk Negara Pihak Konvensi CRPD

0
573

Penulis: Fidel

Newsdifabel.com — Komite Hak Disabilitas PBB (UN Committee on the Rights of Persons with Disabilities/CRPD) mengeluarkan temuan tentang Negara Estonia dan menyerukan inklusi untuk para difabel.

Komite PBB untuk Hak-hak Penyandang Disabilitas (CRPD) telah mempublikasikan temuannya. Komite mengakui langkah-langkah yang diambil Estonia untuk mengimplementasikan Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas, yang diratifikasi pada tahun 2012.

Melalui beberapa tahap dialog, komite mencatat keterlibatan penting Negara Pihak penandatangan konvensi hak-hak difabel. Komite juga menyambut baik penunjukan Estonia dari Kanselir Kehakiman sebagai vocal point independen dalam pemerintah untuk hal-hal yang berkaitan dengan implementasi konvensi hak difabel.

Komite membuat beberapa rekomendasi antara lain:

  1. Menghilangkan stigma dan stereotipe kecacatan di semua bidang kehidupan, termasuk dalam konteks pengujian genetik prenatal;
  2. Memastikan dukungan untuk pendidikan berkualitas yang inklusif, sistem perlindungan sosial untuk semua anak difabel termasuk selama Covid-19, dan memperbaiki situasi anak-anak yang hidup dalam kemiskinan dan yang telah ditolak status disabilitasnya sebagai akibat dari reformasi kebijakan;
  3. Menempatkan anak-anak dan orang dewasa difabel dalam lembaga-lembaga inklusif, dan mengalihkan dana publik untuk kepentingan program inklusi, termasuk dari Dana Pembangunan Regional Eropa yang dialokasikan oleh Uni Eropa, demi mengembangkan dukungan pada individu, dan memastikan bahwa orang-orang hidup mandiri termasuk komunitas difabel;
  4. Mempromosikan pekerjaan di pasar tenaga kerja terbuka bagi difabel dengan memfasilitasi akses mereka dalam transportasi, menyediakan sarana informasi dan komunikasi alternatif seperti bahasa isyarat dan interpretasi pidato dalam teks bagi pencari kerja dan karyawan difabel.

Komite juga meminta agar Estonia menghentikan dukungan pada rancangan protokol tambahan Konvensi Oviedo Dewan Eropa tentang bioetika, yang jika disetujui, berkonsekuensi pada pemberian restu untuk memaksa penggunaan metode psikiatri terhadap difabel psikososial yang bertentangan dengan Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas (CRPD).

Temuan CRPD di Estonia sekarang tersedia secara online. Komite akan mengadakan sesi berikutnya dari 16 Agustus hingga 10 September 2021 untuk meninjau Bangladesh, Djibouti, Prancis, Jamaika, Jepang, Republik Demokratik Laos, dan Republik Bolivarian Venezuela.