Tema PBB di Hari Disabilitas Internasional 2018

0
1020

Redaksi

[Bandung, 10 November 2018] Sejak tahun 1992, International Day of Persons with Disabilities (IDPD) atau Hari Penyandang Disabilitas Internasional yang dicanangkan PBB mendapat perhatian setiap tahunnya tepat pada 3 Desember di seluruh dunia. Untuk perayaan Hari Penyandang Disabilitas Internasional tahun 2018 ini, laman resmi PBB, www.un.org, merilis tema peringatan IDPD yaitu “Memberdayakan Penyandang Disabilitas, Memastikan Inklusifitas, dan Kesetaraan”. Tema ini berfokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas untuk pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan yang dicanangkan dalam Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Agenda 2030 berkomitmen untuk “tidak meninggalkan siapapun di belakang,” termasuk kelompok difabel. Artinya, secara setara harus maju bersama-sama. Tentu itu adalah rencana yang sangat ambisius dari komunitas internasional menuju dunia yang damai dan makmur; martabat individu manusia dan prinsip kesetaraan diterapkan sebagai prinsip dasar, seirama dengan tiga-pilar kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa yaitu: Pembangunan, Hak Asasi Manusia, Perdamaian & Keamanan. Dalam tema peringatan hari penyandang disabilitas ini PBB terus menekankan nilai penting untuk memastikan partisipasi penuh dan setara dari para difabel di semua lini masyarakat.

Agenda 2030 menempatkan pentingnya isu-isu yang berkaitan dengan urbanisasi berkelanjutan, sebagaimana tertuang dalam Tujuan ke-11: menjadikan kota dan pemukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Tidak akan ada pembangunan berkelanjutan tanpa pembangunan kota yang berkelanjutan.

Konferensi PBB tentang Perumahan dan Pembangunan Kota Berkelanjutan (Habitat III), yang diadakan di Quito, Ekuador pada tahun 2016, mengakui pentingnya mengadopsi pendekatan kota cerdas (smart city) yang memanfaatkan peluang dari digitalisasi, energi bersih, dan teknologi, serta teknologi transportasi yang inovatif, sehingga memberikan pilihan bagi penduduk untuk membuat pilihan yang lebih ramah lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan memungkinkan kota-kota untuk meningkatkan layanannya.

Tahun ini, Sekretaris Jenderal Perserikatan
Bangsa-Bangsa meluncurkan laporan pertama tentang disabilitas dan pembangunan
PBB. Inti laporannya tentang peerkembangan PBB dan disabilitas dalam mewujudkan
program SDG’s, oleh dan untuk penyandang disabilitas, Laporan ini memberikan landasan
pembuktian untuk membuat kebijakan yang inklusif, implementasi, pemantauan, dan
evaluasi inklusif dari agenda pembangunan global yang inklusif, mudah diakses
dan berkelanjutan.

Peringatan Hari Internasional Penyandang
Disabilitas di Markas Besar PBB akan mempertemukan negara-negara anggota, badan
PBB, walikota, pembuat kebijakan nasional dan lokal, organisasi masyarakat
sipil, lembaga akademik, organisasi penyandang disabilitas (guna membahas program
ke depan agar inklusif), pembangunan yang berkeadilan & berkelanjutan. Lalu
akan dibarengi dengan acara laporan utama dari Sekretaris Jenderal PBB tentang
Disabilitas dan Pembangunan yang akan dikeluarkan sebagai bagian dari acara
peringatan hari penyandang disabilitas internasional.