Surat Braile untuk Presiden

0
477

Oleh: Latipah

[Bandung, 2 Desember 2018] Dalam rangka menyambut Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang diperingati setiap 3 Desember, Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri A Kota Bandung menggelar kegiatan yang bertema “Pendidikan Disabilitas bagi Indonesia”. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh civitas sekolah terdiri dari peserta didik, guru-guru disabilitas, dan orang tua murid (komite sekolah). Satu hal yang menarik pada peringatan HDI di SLB Negeri A Kota Bandung tahun ini adalah, seluruh peserta didik menulis surat untuk Presiden secara serempak menggunakan huruf braille. Adapun surat yang ditulis berisi harapan-harapan mereka yang disampaikan secara langsung kepada Presiden. Isi surat mereka beragam, mulai dari meminta sepeda, memohon doa agar sukses, dan banyak yang menulis prihal keinginan mereka untuk memiliki sekolah yang aksesibel.

Baca juga: Tema PBB di Hari Disabilitas Internasional

Dalam kegiatan ini, seluruh peserta didik, guru-guru disabilitas, orang tua murid, dan alumni mengungkapkan segala bentuk harapannya melalui berbagai wujud literasi, yakni membaca puisi, bernyanyi, orasi, sosio-drama, dan bentuk kegiatan lainnya. Hal tersebut dilakukan seolah-olah sedang ditampilkan di depan presiden.

Ketua panitia acara, Rian Gumilar mengungkapkan bahwa, kegiatan ini diadakan dengan maksud mewujudkan bentuk-bentuk gerakan literasi dan menggali ide kreatif dari satuan pendidikan yang bersumber dari nawacita yang digadangkan presiden. “Kita ingin menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, meningkatkan kualitas hidup melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan menuju Indonesia Pintar.” tutur Rian.

Semangat hari disabilitas internasional tercermin dalam kegiatan tersebut. Di akhir kegiatan, di tengah terik matahari, dipayungi langit cerah secerah harapan-harapan yang disampaikan, seluruh peserta menggelar istigasah yang dipimpin oleh Sahrir L.S. Sumardi (guru agama SLB Negeri A Kota Bandung), A. Basri (alumni SLB Negeri A Kota Bandung), dan Wawan (Kepala SLB Negeri A Kota Bandung). Bersama mereka berdoa agar standar layanan pendidikan untuk disabilitas di Indonesia dapat terrealisasikan sesuai dengan amanah undang-undang.