Suntikan Imun Herbal untuk Difabel Netra

0
70

Oleh: Irvan

 

[Bandung, 29 September 2020] Kondisi pandemi yang masih terus berlanjut, membuat masyarakat berlomba untuk tetap selalu sehat dengan menjaga imun tubuh. Pemberian obat herbal kepada masyarakat difabel, khususnya netra yang berprofesi sebagai terapis pun diberikan secara gratis dalam rangka bakti sosial.

Kegiatan tersebut diusung oleh Balai Literasi Braille Indonesia (BLBI) yang bekerjasama dengan Komunitas Reader BLBI Abiyoso dan Biotek. Obat herbal diberikan kepada seratus orang terapis difabel netra yang bekerja atau membuka klinik layanan terapi massage shiatsu di wilayah Kota Bandung, Cimahi dan sekitarnya.

“Hari ini Sabtu 26 September 2020, ada pemberian obat herbal untuk meningkatkan imunitas teman-teman difabel netra. Obat herbal ini diberikan dengan cara disuntikan dibagian paha atas,” kata Erna Kania, perwakilan dari BLBI yang juga menjadi Koordinator Reader BLBI Abiyoso.

Menurut Erna, obat herbal tersebut bila sengaja membelinya maka harus mengeluarkan biaya sekitar empat ratus ribu rupiah. Dalam kegiatan yang dikemas sebagai bakti sosial ini, pihaknya ingin agar para difabel netra yang berprofesi sebagai terapis diberikan semacam tameng di masa pandemi.

“Seperti yang ditahui bersama, kondisi profesi mereka bisa dikatakan terpuruk saat ini. Yang dipijat takut, yang memijat juga takut. Dengan jalan baksos ini kekebalan tubuh akan meningkat,” tuturnya.

Erna juga menambahkan, tidak ada persyaratan khusus untuk mengikuti atau menjadi peserta dalam bakti sosial pemberian obat herbal ini. Yang penting mereka adalah difabel netra yang berprofesi sebagai terapis. Akan tetapi, difabel netra yang bukan terapis pun diperkenankan mengikuti selama kuota masih tersedia.

Obat herbal tersebut dapat diberikan kepada siapa saja, mulai dari balita hingga manula. Awal informasi ini disebar, para peserta yang mendaftarkan diri merasa takut, karena mereka mengira akan dijadikan seperti kelinci percobaan.

Akan tetapi, setelah mendengarkan keterangan langsung dari dokter mengenai obat herbal yang akan diberikan manfaatnya bagus, mereka malah jadi berebut ingin duluan disuntik.

“Ini juga banyak yang datang tanpa daftar atau didata sebelumnya. Jadi yang minat banyak. Alhamdulillah, kita senang dapat memberikan obat herbal ini secara gratis. Karena kalau berbayar lumayan mahal,” kata Erna.

Rina, difabel netra yang merupakan salah satu peserta penerima suntikan obat herbal menuturkan, dirinya merasa senang dapat ikut menjadi bagian dari difabel netra yang mendapat obat herbal untuk imun tubuh secara gratis.

“Saya tidak takut, ini kan herbal jadi, Insya Allah aman. Terus pas disuntiknya juga tidak sakit. Biasa saja, dan juga tidak ada efek apa pun seperti pegel atau sakit. Setelah disuntik ini, saya berharap daya tahan tubuh meningkat. Saya ibu rumah tangga dan kadang suka ada pasien pijat juga. Dengan adanya covid sejak Maret hampir semua aktivitas dilakukan di rumah dan kadang merasa terganggu,” paparnya.

Komunitas Reader BLBI Abiyoso merupakan sebuah komunitas yang bergerak dalam sedekah suara. Artinya, mereka yang berpenglihatan dan memiliki rasa kepedulian terhadap difabel netra, mereka membacakan buku-buku untuk kemudian direkam dan dicetak dalam bentuk audio book.

Dalam kesempatan bakti sosial tersebut, mereka ingin berbagi dan peduli terhadap kesehatan para difabel netra yang berprofesi sebagai terapis, atau bukan terapis yang juga ingin meningkatkan daya tahan  dan kekebalan tubuh mereka.

Biotek sendiri merupakan sebuah yayasan yang bergerak dibidang kemanusiaan. Semoga masa pandemi ini dapat segera berlalu, sehingga aktivitas kembali normal seperti sediakala.