Sosok yang Sering Terlupakan

0
299

Oleh: Sri Hartanty S |

[Bandung, 2 September 2018] Sering kali masyarakat umum mengabaikan keberadaannya. Menganggap mereka bukan apa-apa, bahkan sebagian lainnya memandang mereka dengan sebelah-mata. Atau bahkan sosoknya terlupakan. Ya, difabel adalah sebutan yang masih asing di telinga khalayak luas. Mungkin mereka pernah mendengarnya namun, belum begitu mengenalinya. Citra negatif yang melekat pada sosok difabel hanya ditafsirkan dari lahiriah yang terlihat. Akan tetapi, apakah mereka ingin mengetahui tentang sosoknya yang sejati?

Seperti halnya di ruangan yang dijadikan pelatihan jurnalistik ini, 20 orang difabel mencoba mengabdikan diri untuk perubahan dengan menyuarakan fakta melalui tulisan di media. Ya, media tulisan memiliki peran utama dalam arus informasi karena pers juga bagian dari empat pilar demokrasi di Indonesia.

Kini media tulisan, terutama website, begitu memiliki peran penting apalagi didukung oleh derasnya gelombang perkembangan teknologi informasi. Peran pentingnya pun bisa bermata dua, di satu sisi sebagai hal positif, di lain sisi bisa menenggelamkan masyarakat dalam lumpur hoaks. Ini yang penting untuk diperhatikan.

Sebagaian dari kita ada yang mengisi hidupnya dengan segudang prestasi, melahirkan karya jurnalistik, membantu satu-sama-lain. Sementara, di luar sana, sebagiannya lagi, entah mengisi harinya dengan hal apa. Namun di sini, saya bersama dengan orang-orang yang sering terlupakan, khidmat dan gembira belajar tentang jurnalistik. Siapakah mereka yang-sering-terlupakan? Penyandang disabilitas.