Sosok Hebat di Balik Keterbatasannya

0
272
Foto: www.jpnn.com

Oleh: Sista

[Bandung, 8-09-2018] Dian Inggrawati, perempuan yang mengalami keterbatasan pendengaran dan ucapan, atau sering disebut dengan penyandang tunarungu-wicara, adalah perempuan besi. Dia adalah inspirasi kehidupan, setidaknya, inspirasi bagi penulis. Dian lahir pada 12 April, tanggal dan bulannya bertepatan dengan pertama kalinya bumi menerbangkan roket berawak bernama Vostok-1 (Rusia: Восток-1) ke luar angkasa dan mengorbit di bulan. Kosmonotnya adalah Yuri Alekseyevich Gagarin, manusia pertama yang berhasil mengorbit selama 108 menit.

Dian Inggrawati merupakan anak pertama dengan tiga bersaudara. Juara ketiga ajang Miss Deaf 2011 di Praha, Ceko ini terlahir dari keluarga yang terbilang mampu, menurut penuturannya, Dian mengalami ketunarunguan tidak dari lahir, melainkan sejak usia dua tahun karena sakit panas hingga mengakibatkan kondisi pendengarannya semakin menurun.

Meski begitu, Dian adalah perempuan yang tidak mudah menyerah dan selalu semangat, terbukti ia mampu menuntaskan pendidikannya hingga meraih gelar kesarjanaan di Universitas Persada Indonesia Yayasan Administrasi Indonesia (UPI YAI), dengan jurusan Desain Komunikasi Visual tahun 2009.

Meski pada saat menjadi mahasiswa di universitas, Dian mengalami kesulitan karena pendengarannya yang terbatas, tapi tak membuatnya berhenti. Dian tahu betul, ketika berhenti, ia tidak akan bisa menghidupi kehidupan. Dia membuktikan bahwa keberhasilan bisa digenggam, selama di sekolah, peringkat 3 besar selalu diraihnya. Bahkan kini Dian bekerja di Kementerian Sosial sebagai peneliti.

Dalam rubrik Edukasi Kompas.com diceritakan atraksi Dian yang disambut meriah oleh penonton yaitu setelah Dian selesai menari “Lenggang Nyai” di sesi bakat Miss Deaf World, ia membentangkan spanduk bertuliskan “Deaf No Problem”. Dian pernah diproyeksikan menjadi Duta Pendidikan Inklusi oleh Kementerian Pendidikan Nasional di tahun 2011. Tapi entah kenapa, dalam website resmi Miss World, (www.missdeafworld2011-2020.com) tidak ada nama Dian Inggrawati, di posisinya (Vicemiss Deaf World 2011) hanya bertuliskan “Title Revoked”. Dalam kontes berkelas dunia itu, Dian berhasil menyingkirkan 35 kontestan lain dari banyak Negara.

Kesehariannya, Dian Inggrawati memiliki hobi traveling. Yang pernah ia jelajahi bukan hanya Indonesia, ia pun pernah mengunjungi benua Eropa dan Negara-negara asia lain seperti Turki, Vietnam, Belanda, dan Ceko. Luar biasa bukan? Anda pernah bermimpi sejauh itu mewujudkan harapan?

Yang dibutuhkan manusia untuk dunia dan kehidupan hanya harapan. Harapan memiliki bayang-bayang bernama keputusasaan karenanya, harapan bisa menyeret kita untuk terus memiliki capaian-capaian. Harapan bukanlah menyerah pada takdir, tapi menyempurnakan takdir, memperindah dan membagikannya pada dunia. Dan kita akan bisa.