Sosialisasi Pemilu 2019 untuk Difabel

0
288

Oleh: Pandu Galih Prakoso

[Bandung, 11 Maret 2019] Bertepatan pada 6 Maret 2019 jam 10.00 WIB diadakan sosialisasi Pemilu 2019 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD)  Kota Bandung dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat bertempat di Gedung Auditorium BRSPDSN Wyata Guna Bandung dengan tema kegiatan Meningkatkan Partisipasi Peran  Serta Penyandang Disabilitas dalam Pemilu 2019. Acara dihadiri oleh siswa-siswi lintas difabel yang ada di Wyata Guna hingga jumlah total mencapai 150 orang dari berbagai komunitas difabel.

Menurut Haerul dari Bakesbangpol Provinsi Jawa Barat, tujuan dari kegiatan ini memberikan pemahaman terhadap  penyelenggaraan Pemilu 2019, dan pemahaman teknis kepada difabel dari  KPU mulai dari  surat suara menggunakan template braille untuk difabel netra hingga apa saja yang harus dipersiapkan.

Kegiatan ini akan diselenggarakan di tiap kota/kabupaten dan kecamatan. Bagi difabel netra akan dipersiapkan dua template braille hanya untuk kertas suara DPR RI, dan pilpres karena jika  semua surat suara menggunakan template braille tidak memungkinkan. Apabila dari difabel netra butuh pendampingan, tentunya orang yang sudah dipercaya, saat pengambilan surat suara harus menggunakan formulir C3  on the spot di  TPS, meskipun jika menggunakan pendamping, akan bertentangan dengan asa “rahasia” dalam Luberjurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil). Jika pemilih yang berada di luar kota ingin berpartisipasi dalam pemilihan suara, dibutuhkan fotokopi KTP dan kartu keluarga untuk persyaratan formulir A5.

Menurut Adi Prasetyo dari KPUD Kota Bandung “Kita sudah mempersiapkan tempat pemungutan suara secara aksesibel agar jangan sampai ada celah diskriminatif kepada teman-teman difabel.”

Semoga semua peserta difabel mendapatkan manfaat dari acara ini, dan bisa memberikan informasi serta mengajak ke tempat pemungutan suara untuk menggunakan hak suaranya serta terlibat dalam ajang demokrasi pada 17 April 2019 mendatang. Jangan sampai ada stigma negatif dari masyarakat yang memunculkan sikap diskriminasi terhadap difabel, termasuk dari Negara.