Si Terampil dengan Bahasa Isyarat

1
366
Supriono (kaos biru) berfoto dengan teman-temannya; (Foto: Agus Maja).

Oleh: Agus Maja

[Purwodadi, 19 September 2018] Tunarungu adalah salah satu anak berkebutuhan khusus yang mempunyai hambatan pendengaran, namun siapa sangka di sudut Kabupaten Grobogan terdapat anak tunarungu yang mempunyai keterampilan cukup mempuni. Namanya Supriono, tinggal di Grobogan, sebuah kabupaten terluas kedua di Jawa Tengah beribukota Purwodadi. Hidup dengan keadaan tunarungu tak membuatnya membatasi diri dalam mengeksplorasi keterampilan.

SLB AD Danyang, tempat bersekolah Supriono, pernah diliput dalam Eagle Documentary Series dengan tema Mereka yang Luar Biasa. Supriono adalah alumni dari SLB AB Danyang. Setelah lulus sekolah dari SLB, ia langsung diangkat menjadi tenaga bantu (karyawan) di SLB AB Danyang, Purwodadi. Hal ini tak lepas dari talenta keterampilan yang ia miliki seperti menguasai perlistrikan, bangunan, mencukur rambut, bercocok tanam, dan mash banyak ketermpalan yang ia miliki. Dari situlah ia dipercaya memegang kendali perlengkapan sekolah.

Dalam wawancaranya dengan newsdifabel.com, Supriono mengakui bahwa ia sangat senang dengan pekerjaan yang sekarang  ia lakukan. Keberadaan seorang disabilitas terampil seperti Supriono memang masih sepi dari hiruk-pikuk perhatian. Khususnya di Grobogan, pengakuan dari publik dalam makna inklusi sosial itu penting, terutama pengakuan dari pemerintah yang selama ini abai terhadap kelompok disabilitas padahal mereka memiliki hak yang sama.

Sebenarnya, Supriono bisa saja mendapatkan pekerjaan lebih dari yang sekarang. Dengan keterampilan yang ia miliki, seperti menguasai perlistrikan, bisa saja ia diperbantukan, missal, di Perusahaan Listrik Negara, hal ini bisa saja terjadi jika pemerintah setempat sudi memperhatikan tunarungu di Grobogan, khususnya pada seorang Supriono. Contoh lain, pemberian modal usaha tanpa bunga untuk menyalurkan keterampilan disabilitas. Mendorong kapasitas difabel menjadi penting untuk membantu orang-orang seperti Supriono dengna segudang keterampilan yang akhirnya tak terberdayakan maksimal. Tentu Supriono-Supriono lain masih banyak, dan mereka juga anak bangsa.

Fakta lainnya yang kami temui di lapangan, Pemkab Grobogan dan Provinsi  Jawa Tengah ternyata belum memilki Perda untuk disabilitas yang khusus menjamin pekerjaan untuk kaum disabilitas.

Semoga, pemberdayaan dan dorongan untuk peningkatan kapasitas kelompok disabilitas bisa dimulai sejak saat ini. Belum ada kata terlambat untuk berbuat kebaikan, saling menopang, dan melaksanakan kewajiban Negara untuk warga, khususnya disabilitas.

1 COMMENT