Shannon DeVido Menertawakan Kedifabelannya Sendiri

0
613

Penulis: Annas

Newsdifabel.com – Komedi sebagai pendobrak batas karena membuat difabel bisa menjadi diri mereka sendiri. Penulis, aktor, dan komedian Shannon DeVido menggunakan komedi untuk memulai percakapan tentang hidup dengan kedifabelan.

Shannon DeVido tertawa saat dia mengakui bahwa dia memiliki selera humor yang gelap. Dia pernah membuat humor gelap yang menceritakan tentang bagaimana seorang difabel daksa dikalahkan dalam sebuah perlombaan dengan cara diangkat dari kursi rodanya lalu diletakkan di atas lantai.

Ini komedi kelam, tapi bagi DeVido, seorang aktor, penulis, dan komedian yang lahir dengan atrofi otot tulang belakang, justru kekelaman itulah intinya. Sebenarnya tak ada beda antara apa yang saya lakukan dengan sebuah kebijakan publik yang kurang memperhatikan difabel. Kebijakan publik yang tidak inklusif sebenarnya bentuk mengolok-olok difabel, hanya saja mereka tertawa dengan sembunyi-sembunyi.

Fasilitas publik yang tak aksesibel sebenarnya sedang mengolok-olok difabel. Misal, bagaimana mungkin guiding block di pedestrian berkelok menukik menghindari pohon, atau bahkan rusak oleh galian kabel tanpa dibuatkan pengganti sementaranya. Tak perlu jauh-jauh. Bisa diamati radius seratus meter di dekat Dinas Sosial, apakah fasilitas publiknya aksesibel?

DeVido memberi penjelasan bahwa dirinya gemar mengubah pikiran orang awam agar melihat dengan cara yang berbeda, bahkan mengolok-olok kedifabelannya sendiri sebagai bentuk menjebol tabu.

Komedi, menurut DeVido adalah penjebol tembok, untuk melakukan satire, dan melempar kritik pada orang yang masih memandang difabel sebagai charity-base. Sedangkan, kedifabelan adalah topik yang panas dan aneh. Tujuannya bukan hanya untuk menunjukkan bahwa difabel bisa menjadi aktor dan standup comedian.

DeVido menemukan cara untuk memasukkan kedifabelan dalam karakter materinya, tapi bukan dalam isu kedifabelan tubuhnya, melainkan cara dia mampu membuat lelucon dengan cerdas.

Saat industri hiburan berupaya untuk mengatasi inklusi dalam panggung pertunjukan, baik aktor atau yang di balik layar, DeVido mendorong dirinya agar bisa terus maju dalam menampilkan prestasinya. Dengan adanya kemajuan teknologi, memungkinkan difabel bisa membuat dan mendistribusikan konten karyanya sendiri. Sebagaimana DeVido memposting konten di saluran YouTube-nya, Stare at Shannon.

Dan yang paling menentukan sebenarnya, menurut DeVido, bagaimana Hollywood menunjukkan keberagaman dan inklusifitas di arena panggung dan layar kacanya dengan melibatkan difabel sebagai kru, aktris/aktor, atau staf. Industri hiburan yang memiliki daya besar untuk menginspirasi harusnya menjadikan diri sebagai pilot project untuk isu inklusifitas.