Sepak Bola Duduk Inovasi Olahraga untuk Difabel Daksa

0
291

Oleh: Sri Hartanti

[Bandung, 10 Oktober 2020] Sepak bola merupakan jenis olahraga yang menggunakan kelincahan kaki, dan sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang digemari masyarakat dunia. Kini, permainan sepak bola pun mulai diciptakan untuk para difabel daksa atau mereka yang memiliki hambatan gerak secara fisik.

Sepak bola duduk adalah permainan sepak bola khusus yang seluruh pemainnya difabel daksa, terutama mereka yang memiliki hambatan gerak pada kaki. Inovasi olahraga ini dibuat sebagai bentuk permainan baru yang justru mengandalkan kelincahan tangan, dengan pola bermain serupa seperti pada permainan sepak bola secara umum.

“Setiap tim terdiri dari enam orang termasuk penjaga gawang. Untuk peraturannya sendiri kita buat modifikasi antara bola tangan olahraga basket, dipadukan dengan pergerakan yang sesuai dengan kemampuan gerak para difabel yang memiliki hambatan kaki,” papar Ismet Solihin, pengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung.

Untuk kelima kalinya, ekshibisi pertunjukan sepak bola tangan sudah dilakukan para atlet dari NPCI Kota Bandung dan NPCI Kota Cimahi. Target terdekat yang ingin dicapai dari terbentuknya permainan sepak bola duduk tersebut adalah, dapat masuk menjadi salah satu cabang olahraga yang resmi di kalangan NPCI, baik ditingkat daerah provinsi hingga pusat nasional.

“Targetnya semoga sepak bola duduk ini dapat dipertandingkan dalam ajang pekan paralimpik daerah atau peparda 2021. Untuk awal cabang olahraga ini dibutuhkan minimalnya empat tim,” kata Guntur Afandi, mewakili tim NPCI Kota Bandung.

Aturan dalam permainan sepak bola tangan yang telah dibuat, masih terus direvisi dengan melihat langsung kondisi bermain di lapangan. Beberapa aturan yang sudah dicatatkan diantaranya secara teknik permainan seperti; cara menggiring bola, menghentikan bola, lemparan ke dalam, lemparan penjuru, lemparan bebas, lemparan penalti.

Aturan lainnya seperti tentang bagaimana para pemain bergerak, peraturan pertandingan, ukuran lapangan dan gawang, bola, waktu permainan, hukuman lemparan, serta jenis pelanggaran pun sudah disosialisasikan kepada para pemain. “Untuk peraturan pertandingan memang bisa dan dapat diubah sesuai dengan situasi dan event-nya,” pungkas Ismet.