Semangat Baja Disabilitas Netra

0
260
Foto: https://anvilmotion.com

Oleh: Tri N |

[Bandung, 3 September 2018] Devi Sri Utami. Sekitar 17 tahun yang lalu dia melihat dunia untuk pertama kali setelah lebih dari 9 bulan dibentuk dalam rahim Ibunya. Dara kelahiran Kota Hujan ini mengikuti pendidikan di Yayasan Beringin Bhakti, Cirebon. Beringin Bakti berbentuk yayasan, menaungi berbagai disabilitas dari tuna netrarungu, tunanetra wicara, tunanetra.

Yayasan yang siswanya berjumlah sekitar 30 orang anak didik ini telah memberikan warna dalam kehidupan keseharian Devi. Mulai dari mengenal bagaimana melakukan pekerjaan sederhana untuk dirinya sendiri hingga bagaimana cara untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, hingga pada suatu ketika dia mendengar ada pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Wyata Guna dan media online Kabardifabel.com, Devi pun bersemangat dan begitu antusias berusaha ikut dalam pelatihan tersebut karena dalam benaknya, ilmu yang disampaikan pada pelatihan ini sangat jarang dan tidak akan dia dapati dalam pelajaran di sekolah atau yayasan yang menaunginya selama ini.

Dengan pertimbangan pencarian atas pengalaman dan ilmu, Devi pun berkemas, menyiapkan segala yang dibutuhkan dalam pelatihan. Buku, pena, tas, tak akan tertinggal, juga semangat dan harapan. Dengan biaya sendiri, berangkatlah Devi menuju Bandung, menempuhi jarak sekitar 199 km. Tiap jarak ditempuh, Devi semakin menjauh dari tempatnya semula. Jika perhitungna jarak dikonversi menjadi hitungan waktu, Devi menempuh sekitar 3 jam perjalanan menuju tempat pelatihan.

Entah berapa ukuran jarak ataupun waktunya, Devi tak begitu hirau. Yang terpenting buatnya adalah mengikuti pelatihan jurnalistik, bertemu dengan orang-orang baru, mendapat ilmu yang bermanfaat. “Disabilitas bukanlah keterbatasan. Harus bisa menembus batas keterbatasan”, itulah hal yang patut dihargai dari semangat seorang Devi Sri Utami.

Proses hidup Devi tak terlepas dari nama Rostini. Rostini bukan pejabat maupun bangsawan Cirebon. Namun perannya bisa disebandingkan dengan orang-orang besar di sebuah kabupaten seluas 990,36 km2 itu. Rostini adalah guru di SLB Yayasan Beringin Bhakti. Cinta-kasih Rostini telah telah membentuk semangat baja seorang disabilitas netra ‘tuk menjadi insan mandiri dan setara dengan manusia lainnya.

Lalu tibalah Devi di tempat pelatihan setelah menempuh ratusan kilometer dari titik berangkatnya. Dan dari sinilah Devi mencetak sejarah baru dalam hidupnya. Bertemu orang-orang, bersosialisasi, bertukar pikiran, belajar dan mengubah keadaan.