Secangkir Kopi Racikan Barista Difabel

0
50

Oleh: Pandu Galih Prakoso

[Bandung, 25  Oktober 2019] Barista adalah sebutan untuk seseorang yang pekerjaannya membuat dan menyajikan kopi kepada pelanggan. Barista bukan sekadar orang yang bertugas membuat kopi, lebih dari itu, mereka adalah seniman. Menjadi seorang barista tidak mudah, meskipun menurut istilah, digunakan untuk orang yang menyiapkan kopi tetapi secara teknis, barista adalah seseorang yang sudah terlatih secara profesional untuk meracik kopi menjadi berbagai varian, seperti espresso, manual brew, latte, dll. Seorang barista memiliki keahlian tingkat tinggi untuk meracik kopi dengan melibatkan berbagai macam campuran dan rasio semacam latte dan cappucino.

BRSPDSN Wyata Guna Bandung bekerjasama dengan Siloam Center for the Blind mengadakan pelatihan barista kepada difabel netra yang pada bulan Oktober 2019 ini merupakan angkatan yang kedua, tentunya dalam kurikulum tersebut ada kegiatan bernama Coffee Testing Day (CTD). Cheisa Legi, trainer dalam acara tersebut mengungkapkan tujuan diadakannya CTD “agar masyarakat bisa merasakan kopi hasil buatan dari siswa kelas barista.” Pada kegiatan ini disajikan dua menu yaitu caramel moccacino campuran dari kopi, susu, karamel, dan coklat serta pinky squash yang merupakan ide dengan resep yang tentunya dirahasiakan oleh siswa kelas barista, dan telah menyajikan kurang lebih 200 cangkir kepada para pengunjung.

Sebelum kegiatan dimulai, mereka mempersiapkan minuman yang akan disajikan serta pembagian tugas untuk masing-masing individu dari jumlah siswa 7 orang di antaranya sebagai taken order atau bagian pemesanan. Lalu bagian penyajian atau yang menuangkan minuman ke dalam cangkir. Ada juga petugas yang khusus mengajak/menawarkan pengunjung agar mampir. Tim CTD merasa perlu berinteraksi dengan pengunjung dengan meminta review atau komentar bagi yang telah mencicipi minuman.

Salah satu siswa barista, Arfan Ariandi mengatakan, “Walaupun lumayan melelahkan tetapi terbayar oleh antusias pengunjung yang ramai dan banyak yang memberikan respon positif.”

Saputra Tri Avianto, salah satu pengunjung mengungkapkan, “Pada kegiatan ini hanya ada dua varian atau rasa, dan kopinya kurang terasa serta kurang banyak jadi tidak begitu bisa dinikmati. Ini beda sekali dengan angkatan sebelumnya ada beberapa varian yang disajikan.”