Rahasia Berdandan Perempuan Tunanetra Total

0
809
Foto: www.sydneycommunitycollege.edu.au

Oleh: Latipah

[Bandung, 8 November 2018] Menjadi seorang yang dinilai cantik oleh orang lain adalah hak semua perempuan. Begitu juga dengan perempuan tunanetra total yang tidak bisa melihat apapun. Banyak pula di antara mereka yang tidak memiliki pengalaman visual sedikit pun, terlebih karena mereka telah menjadi seorang tunanetra total sejak lahir.

Lalu, apakah hanya karena alasan tidak dapat melihat apapun, lantas mereka kehilangan hak untuk tampil cantik dengan cara berdandan? Oh, tentu tidak demikian.

Mari kita kunjungi meja rias seorang perempuan tunanetra total. Sebut saja kakak cantik yang satu ini dengan nama Natalia. Ia adalah salah satu perempuan tunanetra total yang hobi koleksi lipstick. Wih, koleksi lipstick?

Ya, koleksi artinya lipstick yang dimilikinya banyak. Tidak cuma satu, dua, atau tiga lipstick saja. Ketika ditanya tentang koleksinya itu, Kak Natalia bilang, “Ya, aku punya hampir semua warna. Merah, pink, dan warna lainnya. Terus, kalau aku mau pakai, tidak takut lupa warna, soalnya aku sudah hafal satu per satu lipstick aku.”

Nah, bagaimana bisa ia menghafal warna lipsticknya? Tidak bisa melihat tapi bisa hafal warnanya. Punya indera keenam, atau ia seorang paranormal? Ups, tentu saja bukan. Mari kita lanjutkan ngobrol dengan Kak Natalia. Ternyata, ia bisa tahu warna lipsticknya dengan cara yang berbeda-beda.

“Aku tahu warna lipstick itu bisa dari bentuk tempat lipsticknya, ukuran tempatnya, atau dari mereknya. Biasanya beda merek, beda bentuk. Memang pada akhirnya, bentuk tempat lipstick itu sendiri yang paling aman untuk membedakan warna lipstick tadi,” katanya.
“Kalau pakainya, biasa aku pakai pensil bibir dulu untuk awalnya. Setelah itu, aku baru pakai lipstiknya mengikuti bentuk bibir. Diraba saja,” tambahnya.

Di meja rias Kak Natalia tidak cuma ada koleksi lipsticknya saja. Ia punya komplet perlengkapan dandan perempuan. Mulai dari bedak tabur, bedak padat, foundation, mascara, eyeshadow, dan lainnya.

“Aku dandan lihat situasi. Kalau aku cuma mau antar anak ke sekolah, paling pakai baby cream dan bedak tabur saja. Kalau mau hadiri pesta undangan, baru berdandan maksimal. Dan aku dandan sendiri. Kalau aku dandan biasanya dimulai dari pemakaian foundation dulu, lanjut pakai bedak, aku sapu/usap ngikutin arah rambut. Terus lanjut pakai blush on. Biasanya aku samakan warna baju dengan warna blush on. Aku pakai blush on tidak tebal-tebal, asal ada perona pipinya saja. Biar terlihat lebih segar. Pinsil alis, biasanya tidak pakai. Kalau eyeshadow baru pakai,” penjelasan Natalia cukup detil.

Berbeda dengan Lina. Lina biasanya pakai lipstick dengan cara memakainya hanya di bibir bawah saja, lalu ia rapatkan antara bibir bawah dan bibir atas. Saat dirapatkan, ia lap ujung bibir kiri sampai ujung bibir kanan atau sebaliknya. Hal ini Lina lakukan untuk menghindari penggunaan lipstick yang berlebih di bibirnya.

“Aku tahu cara pakai lipstick seperti itu dari teman yang bisa melihat. Dia mengajarkan aku bagaimana cara pakai lipstick,” jelas Lina.

Selain Kak Natalia dan Lina, ada juga Nur. Berbeda dengan mereka berdua, Nur belum berani menggunakan lipstick. Nur hanya berani menggunakan lip gloss saja. Hal ini karena Nur tidak terlalu suka berdandan.

“Aku belum suka pakai lipstick. Kalau aku mau pergi ke kampus atau pergi bermain, paling aku pakai lip gloss saja. Terus aku tidak pede kalau pakai lipstick. Takut kurang rapi,” ujarnya.

Nah, seru, kan mengintip cara dandan perempuan tunanetra? Jadi, ikuti terus Newsdifabel.com untuk cari tahu rahasia cantik perempuan tunanetra total, atau pengalaman-pengalaman lainnya dari difabel.

Selanjutnya kita akan bahas bagaimana cara mereka memakai jilbab, merawat rambut, dan masih banyak lagi yang lain.

Salam cantik selalu.