Produsen Sepatu Terkenal Dituduh Mengejek Difabel

0
585

Penulis: Ita Yahrun

Newsdifabel.com — Cooper Lewis mengenakan sepatu kets setiap hari, yang dirancang agar cepat dan mudah dipakai. Model FlyEase adalah sepasang sepatu yang dipakai Cooper Lewis, seorang atlet baseball berusia 31 tahun dari Akron, Ohio, yang kini sedang memulihkan diri dari stroke.

Menurut pihak produsen sepatu, ada banyak sepatu slip-on di pasaran, tetapi jenis FlyEase dirancang dengan mempertimbangkan fesyen dan kebutuhan difabel. Lewis sangat menantikan produk terbaru itu, sepatu hands-free pertama.

Gabriel Riazi, salah satu keluarga Lewis prihatin bahwa sepatu merk Nike ini bisa menjadi sensasi. Kata Riazi di media Opb.org mengatakan, “Mereka menggunakan disabilitas untuk promosi penjualan kepada konsumen sementara tidak memberikan akses pertama kepada penyandang disabilitas,” kata Riazi ketika menggemakan kritik bahwa perusahaan tersebut mengeksploitasi kisah-kisah inspiratif para difabel untuk menjual sepatu yang kebanyakan difabel justru tidak akan mampu membeli.

Menurut Sarah Reinertsen, desainer FlyEase, pada akhirnya, produsen sepatu berencana memproduksi lagi sneaker seharga 120 dolar itu yang akan tersedia untuk semua orang, dan mengatakan akan menjadwalkan penurunan produk lagi akhir tahun ini.

Sebenarnya, Reinertsen juga seorang atlet berkaki palsu, harus memakai sepatu medis khusus selama bertahun-tahun, yang menurutnya membuatnya merasa berbeda. Tapi, cara-cara promosi yang menggunakan difabel sebagai objek harus benar-benar memberikan akses produk untuk difabel.

Stephanie Thomas, seorang difabel dan pendiri situs web mode difabel, Cur8able, memahami rasa frustrasi yang dialami Lewis dan suaminya dengan strategi pemasaran perusahaan sepatu besar di dunia. Thomas memiliki tiga kriteria untuk mode difabel: Apakah aksesibel untuk dipakai? Apakah secara medis aman? Dan apakah itu modis? Thomas mengatakan industri fesyen perlu mulai memasukkan difabel sebagai sasaran konsumen fesyen agar mereka secara mode juga bisa menikmati seperti yang nondifabel.

Thomas berharap kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi, besar atau kecil, eksploitasi adalah sebuah kekeliruan fatal.