Posyandu Ramah Difabel

0
200

Oleh: Dera Sofiarani

[Bandung, 27 Maret 2019] Sudah menjadi kewajiban bagi seorang Ibu untuk membawa anak-anaknya ke Posyandu saat usia bayi hingga balita. Setiap Posyandu pasti memiliki panitia dengan tugasnya masing-masing, walaupun begitu selayaknya harus diketahui bahwa setiap Posyandu memiliki keramahan atau respon yang baik atau kurang baik pada ibu difabel.

Beberapa hari yang lalu, saat aku pulang kuliah dan melewati jalan yang biasa kulewati, tak sengaja salah satu teman nondifabelku memanggil dan meminta aku untuk menemaninya ke Posyandu yang diadakan siang itu. Aku memang tak menolak ajakan darinya karena aku juga ingin tahu bagaimana pelaksanaan Posyandu di tempat tinggalku. Tempat pelaksanaan kegiatan Posyandu tidak jauh dari tempat tinggalku, dan kami hanya berjalan ke gedung serbaguna yang ada di belakang salah satu rumah temanku.

Di gedung itu memang tempat untuk melaksanakan berbagai kegiatan termasuk kegiatan Posyandu ini, dan setelah kami sampai di sana, kegiatan berjalan dengan semestinya, para panitia menyambut ibu-ibu dengan ramah dan meminta data serta nama-nama dari anaknya, kemudian dibimbing menuju tempat penimbangan khusus anak-anak, tak lupa sebelum pulang, salah satu tugas panitia adalah memberikan bingkisan yang berisi susu, vitamin dan sebagainya guna menjaga kesehatan anak-anak tersebut.

Keramahan semua panitia Posyandu itu bukan hanya pada ibu-ibu non difabel, tetapi termasuk pada ibu-ibu difabel juga, seperti yang aku lihat saat itu, prosedurnya masih sama, hanya bedanya karena salah satu ibu difabel ini adalah penyandang difabel netra, membuat para panitia dengan ramah menyambut dan membimbing ibu ini untuk melengkapi setiap prosedurnya, dan dengan sabar membimbing untuk menimbang berat badan anaknya, hingga memberitahukan berapa berat badan anaknya. Setelah ibu itu pulang, para panitia Posyandu mengantarkannya melewati beberapa anak tangga yang ada di gedung itu.

Selayaknya sudah menjadi tanggungjawab kita bersama dalam memajukan Negara dengan cara apapun termasuk keramahan yang harus diberikan kepada teman-teman difabel dari kegiatan apapun yang dilaksanakan. Semoga melalui tulisan ini bisa membuka lagi semua instansi terkait bahwa yang harus diutamakan bukan hanya masyarakat non difabel melainkan masyarakat difabel pun berhak mendapatkan hak dan keramahan pelayanan yang sama.