Pondok Ramadan Difabel Netra LSM Titipan Anak Bangsa

0
393

Penulis: Yayat Ruhiyat

Newsdifabel.com — Al-Qur’an adalah solusi segala permasalahan hidup bukan hanya semboyan umat Muslim. Rangkaian kata di atas menjadi tema kegiatan positif yang dilaksanakan LSM Titipan Anak Bangsa yang bekerjasama dengan LSM Ummi Maktum Voice. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang peserta. Semua peserta adalah teman-teman difabel netra yang terdampak Covid-19. Mereka berasal dari KPK (Komunitas Pedagang Kerupuk), KPJ (Komunitas Penyanyi Jalanan), KPP (Komunitas Panti Pijat), dan ada juga dari teman-teman difabel yang berprofesi sebagai musisi hotel, kafe, beberapa perwakilan dari daerah-daerah di sekitar Bandung Raya, serta perwakilan organisasi-organisasi difabel netra.

Pondok Ramadan diselenggarakan selama 6 hari, mulai 18 hingga 23 April 2021, bertepatan dengan 6 sampai 11 Ramadhan 1422 Hijriah. Gedung sekretariat Titipan Anak Bangsa, yang berlokasi di Jalan Lurah No. 364, Kota Cimahi, menjadi tempat penyelenggaraan acara tersebut.

Selain untuk memperdalam ilmu agama yang berlandaskan Al-qur’an, Pondok Ramadan ini juga merupakan salah satu ikhtiar mengatasi dampak Covid-19 yang dirasakan langsung oleh teman-teman difabel netra. Mereka akan dibekali keterampilan menganyam. Dengan keterampilan menganyam inilah, peserta akan memiliki kemampuan membuat atau memproduksi keset. Keterampilan anyam-menganyam membuat keset ini sempat tidak dilirik atau kurang menarik bagi teman-teman difabel netra, mengingat rumitnya proses pembuatan dan kesulitan dalam memasarkan hasil karyanya.

Dulu, keset anyam dibuat dari serabut kelapa, namun saat ini, akan dibuat dari bahan majun. Untuk permasalahan pemasaran hasil produksi, LSM Titipan Anak Bangsa dan Ummi Maktum Voice akan membantu menyalurkan karya-karya hasil produksi alumni Pondok Ramadan ini.

Sebagai bekal produksi, semua peserta akan diberi tool kit (alat produksi) sebagai bahan untuk membuat keset. Nantinya, seluruh alumni diharapkan akan produktif memproduksi keset baik sambil menunggu pasien yang datang untuk dipijat atau diterapi bagi para terapis, atau menanti pekerjaan bagi teman-teman musisi.

Pondok Ramadan juga akan memberikan keterampilan lain yaitu, terapi bio elektrik. Terapi ini menggunakan alat dengan aliran listrik atau setrum. Akan juga diberikan materi tentang pengetahuan dan penggunaan telepon pintar berbasis android. Dengan keterampilan penggunaan HP android ini, diharapkan peserta dapat mengoptimalkan fungsi alat komunikasi tersebut, hingga mampu membantu aktivitas kesehariannya dalam berkomunikasi, mencari informasi, dan untuk media promosi.

Seluruh kegiatan Pondok Ramadan merupakan aplikasi dari apa yang telah disuratkan Allah Swt. dalam kalam-Nya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan (nasib) suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya.”

Tujuan utama penyelenggaraan Pondok Ramadan adalah menjawab situasi dan kondisi saat ini, hingga dapat tetap bertahan untuk hidup, membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Terlepas dari tujuan apapun, yang jelas, kegiatan positif selama bulan suci Ramadan adalah aktivitas peningkatan keimanan dan ketakwaan.