Pernyataan Maaf Ma’ruf Amin

0
211
Foto: www.cnnindonesia.com

Oleh: Sri Hartanti

[Bandung, 27 November 2018] Kelanjutan dari ucapan Ma’ruf Amin tentang ‘buta’ dan ‘budeg’ yang direspon oleh Forum Tunanetra Menggugat agar Ma’ruf Amin meminta maaf sudah mendapat respon. Ma’ruf Amin bersedia meminta maaf kepada perwakilan Forum Tunanetra Menggugat dalam mediasi diskusi tabayyun di kediamannya kawasan Situbondo Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu petang (24/11/2028).

Setelah menuai reaksi dari Forum Tunanetra Menggugat (FTM) atas deklarasinya 10 November 2018 silam, Ma’ruf Amin mengundang pihak FTM untuk berdiskusi tabayyun secara tertutup di rumahnya. Dalam sesi diskusi, Ma’ruf Amin kembali menyampaikan kalimat ‘buta’, ‘budeg’, dan ‘bisu’ yang sempat dilontarkannya bukanlah menyasar kaun difabel.

“Saya tidak mungkin menyinggung kaum difabel, cucu saya sendiri seorang difabel tuli,” kata Ma’ruf.

Tabayyun yang dilakukan berjalan cukup lancar, masing-masing pihak mau saling mendengarkan dan menyampaikan aspirasi tentang permasalahan yang muncuat. Pihak Forum Tunanetra Menggugat memberikan banyak perspektif terkait difabel sebagai gambaran utuh yang berhubungan dengan buta, budeg dan bisu.

“Saya meminta maaf apabila ungkapan buta, budeg, dan bisu tersebut menyinggung hati kaum difabel,” ucap Ma’ruf Amin.

Perkataan maaf yang terlontar pun disambut baik oleh pihak Forum Tunanetra Menggugat. Dari awal reaksinya Forum Tunanetra Menggugat hanya meminta Ma’ruf Amin untuk bersedia mempertanggungjawabkan secara sosial dan politik atas ungkapannya.

Sementara juru bicara Forum Tunanetra Menggugat, Suhendar mengharapkan kepada siapa pun agar lebih berhati-hati dalam memilih diksi agar tidak ada pihak yang tersinggung. Ia juga merasa lega atas permintaan maaf yang diucapkan Ma’ruf Amin di hadapan Forum Tunanetra Menggugat yang hadir.

“Kami menerima permintaan maaf K.H. Ma’ruf Amin,” kata Suhendar.

Forum Tunanetra Menggugat menegaskan reaksinya bukanlah karena ada unsur politik, dan tidak ada ditunggangi oleh persoalan politik.

Sebagai pembuktian atas netralisasi reaksinya tersebut, pihak Forum Tunanetra Menggugat tidak pernah berafiliasi dengan partai manapun, hal ini dilakukan untuk menjaga netralitas forum tunanetra menggugat sebagai organisasi yang mengusung penegakan moral dan sosial di NKRI. 

Selama proses tabayyun berlangsung diskusi tersebut tertutup untuk awak media. Para peliput berita yang telah menunggu di luar halaman kediaman Ma’ruf Amin baru diperkenankan masuk setelah mendapatkan hasil dari prosesi tabayyun yang digelar. Di hadapan awak media, Ma’ruf Amin menyampaikan permohonan maafnya secara terbuka.