Perbedaan Menyatukan Manikmaya Band 

0
244

Penulis: Zaenal  

Newsdifabel.com — Kata siapa perbedaan tidak dapat menyatukan komunitas, organisasi atau grup kemasyarakatan. Salah satu contohnya adalah sebuah grup band bergenre pop bernama Manikmaya. Grup band yang terbentuk di Kota Bandung ini memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Gabungan dari beberapa difabel, anak jalanan, dan mahasiswi ini membuat grup band tampil beda dan unik namun tetap konsisten dan kompak saat di panggung.

Grup band yang berdiri sejak Januari 2019 beranggotakan 5 orang yang terdiri dari seorang mahasiswi bernama Raindah sebagai vokalis, Raffi (difabel daksa) sebagai gitar melodi, Ovin (difabel netra) sebagai gitar rhythm, Riski (anak jalanan) sebagai bass dan drum dipegang oleh Herci seorang low vision.

Dalam kegiatannya, Manikmaya Band didukung seorang manager bernama Kang Jiwa. Kang Jiwa berperan cukup banyak pada pembentukan band ini. Diawali pada sebuah acara bertajuk inklusi yaitu Balada Inklusi yang digelar oleh sebuah komunitas bernama Napak Inklusi. Dari sanalah kelima anggota band ini bertemu dan sepakat membentuk sebuah grup band untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa perbedaan bisa menyatukan semuanya melalui karya seni musik.

Grup band yang bertemakan inklusi ini bertujuan untuk menghapus isu-isu sosial di masyarakat terhadap sebuah perbedaan yang diwujudkan ke dalam bidang seni musik berbentuk grup band yang diharapkan mampu memberikan karya-karya yang mampu bersaing dalam dunia hiburan tanah air.

Hal ini sudah dibuktikan oleh Manikmaya Band yang telah mengeluarkan single perdananya di beberapa platform seperti YouTube Channel dan aplikasi musik streaming seperti Spotify dan i-Tune berjudul Tinggalkanlah Dirinya.

Menurut Ovin, salah satu personel band, “Selama dua tahun berjalan tidak ada kendala,i hanya saja mereka perlu beradaptasi di awal band terbentuk karena adanya perbedaan latar belakang. Bagaimana sikap dan komunikasi antara seorang mahasiswi, anak jalanan, dan difabel netra tentu saja memiliki bahasa yang berbeda. Namun dengan cara saling berbagi pengalaman dan meleburkan rasa kebersamaan mampu menyatukan perbedaan pada band kami.”

Manikmaya sendiri biasanya mengisi di acara pensi sekolah-sekolah dan kampus, bahkan juga sempat mengisi acara pernikahan.

Nama Manikmaya sendiri terinspirasi dari tokoh pewayangan yang awalnya dikucilkan dan direndahkan tapi berakhir dengan keberhasilan. Diharapkan akan terjadi hal yang sama kepada anggota Manikmaya Band ini, dimana anggotanya terdapat difabel dan anak jalanan yang sering dipandang sebelah mata namun mampu membuat karya yang tidak kalah hebat dengan masyarakat umum.

Sebagai sebuah grup band musisi tanah air, Manikmaya Band berharap dapat memberikan warna baru dan tampilan baru dalam dunia musik Indonesia dengan memberikan tema inklusifitas, mampu bersaing tanpa memandang siapa anggotanya melainkan penilaian objektif dari karya mereka.