Perayaan Hari Braille oleh PBB

0
257
Touch of gods. Sumber foto: https://id.pinterest.com/pin/570198002792778964/?lp=true

Oleh: Annasir

[Bandung, 8 Januari 2019] Kesadaran akan pentingnya braille butuh ditingkatkan terutama bagi 1,3 miliar orang di dunia ini yang hidup dengan bermacam-macam bentuk jarak pengelihatan, ataupun yang tidak dapat melihat. Pada hari Jumat (4/1) lalu, PBB memperingatinya, dan mengatakan ada hal-hal yang harus diketahui oleh semua orang.

Hari Braille Dunia ditandai setiap tahun pada tanggal 4 Januari sebagai sarana untuk mewujudkan hak asasi manusia sepenuhnya untuk disabilitas netra dengan melakukan diseminasi tentang huruf tulis braille. Inilah prasyarat untuk mempromosikan kebebasan mendasar.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa orang dengan disabilitas netra lebih memiliki kemungkinkan untuk hidup dengan tingkat ekonomi yang rendah. Dan ini menjadi salah satu bagian dari melebarnya ketimpangan ekonomi.

Di seluruh dunia, 39 juta disabilitas netra, dan 253 juta lainnya hidup dengan keterbatasan pengelihatan. Bagi mereka, braille memberikan representasi taktis dari simbol alfabet dan numerik sehingga mereka bisa membaca buku yang sama, dan sumber bacaan lain yang isinya sama dengan yang dicetak dengan teks non braille meski tidak semua buku dengan berbagai macam aspek pengetahuan belum dicetak dengan braille. Ini adalah sebuah cambukan agar kita kembali sadar bahwa kita belum benar-benar mendemokratisasikan pengetahuan kepada orang dengan disabilitas netra.

Dalam braille yang kita kenal ada enam titik mewakili setiap huruf, angka, bahkan simbol musik dan matematika, memungkinkan komunikasi informasi tertulis yang penting untuk memastikan kompetensi, kemandirian, dan kesetaraan.

Mengutip isi Konvensi PBB tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas (CPRD) yang menyatakan bahwa braille sebagai alat komunikasi; dan menganggapnya penting dalam pendidikan, kebebasan berekspresi, dan berpendapat, akses ke informasi dan inklusi sosial bagi mereka yang menggunakannya.

Untuk mendorong masyarakat agar inklusi sosial meniingkat, PBB meluncurkan laporan pertama kalinya mengenai disabilitas dan pembangunan tahun lalu, bertepatan dengan Hari Internasional untuk Penyandang Disabilitas dimana Sekretaris Jenderal Antonio Guterres mendesak masyarakat internasional untuk mengambil bagian dalam mengisi kesenjangan inklusi.

Dalam perayaan Hari Braille Dunia, PBB mengajak, mari kita menegaskan kembali komitmen kita untuk bekerja sama; untuk dunia yang inklusif dan adil, dimana hak-hak penyandang disabilitas sepenuhnya terwujud.