Peran Serta Difabel dalam Evaluasi Edukasi Inklusif Covid-19

0
216

Penulis: Sri Hartanti

Newsdifabel.com — Sepanjang tahun 2020 ini masyarakat di seluruh dunia dilanda pandemi Covid-19. Virus yang kali pertama ditemukan di Kota Wuhan, China, dengan cepat merambat ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Di tanah air sendiri, korban terpapar virus corona ini baru diketahui awal Maret silam. Setiap harinya, masyarakat yang terpapar semakin meningkat secara kuantisas.

Berbagai upaya bersama masyarakat dunia terus melakukan pencegahan pemaparan guna meminimalisir angka kematian. Solusi global yang telah ditemukan antara lain melalui program antipasi penularan dengan menjaga kebersihan. Mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, hingga aturan mengurangi aktivitas sosial pun dikerahkan. Upaya lain yang hingga kini masih terus diteliti adalah menemukan vaksin yang tepat untuk pencegahan covid-19.

Hampir satu tahun wabah ini menggoncang dunia. Di tiap negara terus mengadakan evaluasi setelah langkah-langkah edukasi terkait virus corona disebar luaskan pada kalangan lapisan masyarakatnya. Fungsi evaluasi sendiri antara lain untuk mengetahui sejauh mana masyarakat mematuhi protokol kesehatan selama masa pandemi. Sasaran lainnya adalah untuk mengetahui manfaat informasi dan kesadaran diri terhadap virus mematikan tersebut, selain untuk basis data ter-up date jumlah korban meningga, korban terpapar, korban yang berhasil disembuhkan.

Baca:

Dalam evaluasi edukasi inklusif Covid-19, masyarakat difabel dilibatkan sebagai petugas pendataan evaluasi. Disampaikan Ujang maupun Hendra, difabel daksa asal Kota Bandung, mereka bertugas untuk memberikan edukasi singkat terkait Covid-19 dan kemudian mereka memberikan formulir isian tentang Covid-19.

“Formulir isian ini diisi secara online, hanya petugas yang mendapatkan link untuk mengaksesnya. Artinya, ini betul-betul diisi secara akurat,” papar Ujang.

Selama bertugas, mereka memberikan edukasi dan evaluasi pada masyarakat luas maupun masyarakat difabel dengan melakukan potho bersama peserta sebagai bukti otentik. Dalam format isian terbagi beberapa sub, antara lain: pengetahuan umum tentang Covid-19, penerapan protokol kesehatan yang sudah dilakukan, serta manfaat edukasi yang telah diberikan dan harapan terhadap pemerintah terkait solusi-solusi yang telah diberikan dan yang sedang dilakukan.

“Survei ini akan terus dilakukan hingga awal tahun depan. Jadi sekitar tiga bulan dari mulai efektif di November, Desember, dan Januari 2021,” pungkasnya.