Penemuan Sonar Vision untuk Tunanetra

0
295
(Foto: http://www.postcount.net)

Oleh: Agus

[Bandung, 31 Oktober 2018] Perkembaangan zaman membawa serta manusia menuju perubahan sosial termasuk di dalamnya tentang paradigma dan teknologi. Namun yang paling terasa adalah perkembangan teknologi. Hal ini senada dengan penemuan mutakhir yang dilakukan oleh dua mahasiswa Universitas Bina Nusantara (Binus). Mereka menciptakan terobosan teknologi untuk tunanetra yaitu alat pendeteksi halang-rintang. Raditya Eko Prabowo dan Nicholas Julian adalah mahasiswa berprestasi di Program Studi Sistem Komputer Universitas Bina Nusantara (Binus). Keduanya terinspirasi oleh sepasang suami-istri tunanetra yang sering berjalan melewati kampus mereka.

Alat yang mereka ciptakan bernama Sonar Vision. Teknologi ini bisa mendeteksi rintangan sejauh tiga meter, dan sebagai pelengkap dari alat yang biasa tunanetra gunakan yaitu tongkat. Penemuan ini sangat berguna bagi tunanetra karena bisa digunakan untuk semua tipe hambatan pengelihatan.

Jumat, 19 Oktober 2018, adalah momen bersejarah bagi kedua mahasiswa tersebut, pasalnya alat penemuan mereka sudah didistribusikan secara cuma-cuma kepada para tunanetra yang berada di Yayasan Mitra Netra, Jakarta. Tentu saja ini adalah sebuah pencapaian yang sangat bagus. Karena zaman sekarang masih ada manusia-manusia yang mendedikasikan ilmunya demi sebuah peradaban yang lebih maju. Penghargaan patut kita sematkan kepada mereka yang sudah berkontribusi nyata dalam rangka membantu tunanetra dengan karya nyata. Semoga dengan adanya penemuan ini, pemerintah bisa lebih memperhatikan penemuan-penemuan penting yang dilakukan oleh semua anak bangsa. Dan kita berharap alat bantu Sonar Vision bisa diproduksi secara massal dan didistribusikan menyeluruh, baik di lembaga formal (sekolah) ataupun perorangan, agar manfaatnya bisa terasa oleh tunanetra, baik yang berada di kota besar ataupun pelosok negeri ini.

(Disadur dari www.kompas.com)