Pemerintah Melalui Kemenkominfo Dorong Program Inklusi Digital

0
684

Penulis: Ravindra

Newsdifabel.com — Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia tengah berupaya melakukan transformasi digital dalam segala aspek kehidupan yang ada di tengah masyarakat. Salah-satunya dengan mendorong program inklusi digital agar masyarakat di seluruh wilayah Indonesia mendapatkan akses dan haknya untuk menikmati jaringan dan layanan internet dengan mudah dan bebas.

Dijelaskan Lathifa Al Anshori (Tenaga Ahli Menkominfo) pada acara sosialisasi Disabilitas Unggul Wujudkan Indonesia Inklusi yang digelar pada Selasa, 2 Maret 2021 di Hotel Ibis Style Bekasi bahwa, “inklusi digital harus menyasar kepada kelompok yang rentan, seperti perempuan yang memiliki usaha UMKM, korban kekerasan, disabilitas, hingga generasi Z yang galau.”

Salah satu fokus Kemkominfo tahun 2021 dalam bidang pemanfaatan TIK adalah memberikan beasiswa pelatihan Digital Talent Scholarship untuk masyarakat Indonesia yang juga dapat diikuti oleh seluruh difabel dari berbagai ragam. Ada empat kategori beasiswa yang dapat dipilih oleh difabel yaitu Vocational School Graduate Academy (VSGA), Fresh Graduate Academy (FGA), Online Academy (OA), dan Thematic Academy (TA). 

Lulusan Digital Talent Scholarship nantinya, selain akan mendapat keterampilan di bidang TIK, juga akan mendapat sertifikat dan akan dibukakan akses ke saluran pekerjaan melalui website simonas.kominfo.go.id. Program inklusi digital ini sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang menginginkan pemerintah, pendidikan, kesehatan, semuanya harus masuk pada digitalisasi, sehingga makin efisien makin kompetitif dan bersaing dengan negara-negara lain.

Tahun 2021 adalah momentum untuk bangkit. Pada acara sosialisasi ini banyak pula saran dari difabel yang ditujukan kepada pemerintah, antara lain: Sosialisasi semacam ini hendaknya bisa sampai ke daerah agar makin banyak lagi difabel yang dapat mengikuti pelatihan TIK; melalui Digital Talent Scholarship, pemerintah juga harus mendorong terbukanya lapangan pekerjaan yang makin banyak bagi difabel, yang tidak diskriminatif dalam arti mengkotak-kotakkan ragam jenis difabel tertentu; perlu adanya kerjasama antara pemerintah dengan organisasi difabel yang menyangkut pendataan difabel dan perumusan kebijakan untuk difabel; inklusi digital hendaknya dapat meningkatkan aksesibilitas tekhnologi informasi dan komunikasi.