Partisipasi Penyandang Disabilitas dalam Pemilu 2019

0
400

Oleh: Latipah

[Bandung, 8 Februari 2019] Bertempat di Ibis Hotel Trans Studio Bandung, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) kepada relawan demokrasi. Bimtek yang diselenggarakan 4 Februari kemarin dihadiri 55 orang yang terpilih sebagai relawan demokrasi Pemilu 2019.

Ketua KPU Kota Bandung, Suharti, dalam sambutannya mengatakan bahwa, Bimtek diberikan sebagai pembekalan kepada relawan demokrasi untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam Pemilu.

Relawan tidak hanya sosialisasi tapi juga mengedukasi masyarakat terkait pemilu, sehingga mereka datang karena kesadaran sendiri bukan keterpaksaan.” tuturnya Suharti.

Dalam bimtek tersebut, peserta dibekali meteri Public Speaking yang diberikan oleh Evie Ariadne Shinta Dewi (Dosen Fakultas Komunikasi Unpad) sebagai narasumber, dan Iu Rusliana (Dosen UIN Bandung) yang menyampaikan materi “Demokrasi dan Partisipasi Elektoral”.

Peserta sebanyak 55 orang yang mengikuti Bimtek berasal dari 10 basis pemilih, yaitu, pemilih keluarga, pemilih muda, pemilih pemula, pemilih perempuan, pemilih berkebutuhan khusus, pemilih kaum marjinal, pemilih komunitas, pemilih keagamaan, pemilih warga net, dan pemilih disabilitas.

Ada 4 orang yang tergabung dalam kelompok basis pemilih disabilitas. Mereka adalah, Meliana (non disabilitas), Jumono (disabilitas daksa), Ria Istianti (disabilitas netra), dan Popon Siti (disabilitas netra).

Saya senang diberikan kesempatan jadi relawan demokrasi,” ujar Ria saat ditemui di tempat tinggalnya sekitar Seke Loa Bandung.

Ini menunjukkan KPU terbuka untuk siapa saja termasuk disabilitas.” imbuhnya.

Perempuan yang berprofesi sebagai guru honorer itu pun mengatakan bahwa, dirinya dan kelompok basis pemilih disabilitas akan melaksanakan sosialisasi terhadap teman-teman penyandang disabilitas di Kota Bandung. Lebih lanjut, Ria berharap agar kesadaran berpolitik teman-teman disabilitas meningkat, sehingga dengan sukarela memberikan hak suaranya pada Pemilu 2019 yang akan diselenggarakan 17 April mendatang.

Keempat orang yang tergabung dalam basis pemilih disabilitas beserta relawan demokrasi yang lain akan mulai bergerak Februari ini hingga April 2019.