Organisasi Esports Mengusulkan Turnamen Gim untuk Difabel

0
468

Penulis: Kidung Liberta

Newsdifabel.com — British Esports Association (BEA) menyerukan diadakannya turnamen gim yang khusus diperuntukkan bagi pemain difabel. Dorongan itu hadir setelah Piala FIFA Asosiasi Perguruan Tinggi tahun ini, yang berlangsung hingga Mei, diikuti oleh tiga peserta difabel.

Ini pertama kalinya pemain seperti Dan dan Christopher bisa ambil bagian. Peserta memainkan pertandingan dengan tim lawan setiap minggu hingga Mei, dan memasukkan hasil mereka secara daring.

Setelah melihat siswa seperti Dan, dari National Star College di Gloucestershire ambil bagian, BEA mengatakan hal itu akan mendorong aksesibilitas yang lebih luas bagi pemain gim difabel.

Dilansir dari Bbc.com, BEA mengatakan akan memanggil beberapa merek besar di industri teknologi untuk mewujudkannya. Tom Dore, dari BEA, mengatakan, “Kami berharap dapat melakukan apa yang mereka lakukan sebagai pilot project.”

“Kami bermaksud untuk berbicara dengan Microsoft tentang peluang melibatkan sekelompok perguruan tinggi seperti National Star dalam kompetisi percontohan seperti ini karena dampak yang mereka lihat sangat besar.”

Dari pengalaman beberapa tahun yang lalu, dibutuhkan banyak uang, peralatan khusus, dan waktu untuk memasang pengontrol yang dapat diakses jika seseorang adalah difabel.

Daniel memiliki mobilitas terbatas di tangan dan lengannya. Dia menggunakan teknologi yang diadaptasi bergerak sesuai fungsinya yang dikembangkan pada 2018 oleh Microsoft.

Alat itu adalah Xbox Adaptive Controller, memiliki berbagai sakelar yang dapat dikendalikan dari kursi yang dia gunakan setiap hari untuk mengambil bagian dalam permainan. Pemain lain yang melawannya di turnamen tidak menyadari kedifabelannya.

Meskipun Dan mengatakan itu “sangat berarti” baginya untuk bisa ambil bagian dalam turnamen utama FIFA Association of Colleges, tapi dia lebih suka bermain melawan pemain difabel lainnya.

Dia berkata, “Mampu bermain dengan lawan yang nyata sangat sulit karena saya memainkan permainan dengan cara yang berbeda dengan mereka. Saya ingin bisa bermain melawan orang-orang yang menggunakan teknologi yang sama dengan saya sehingga lebih adil.”