Netflix Menggelontorkan 100 Juta Dolar untuk Program Inklusi

0
781

Penulis: Barr.

Newsdifabel.com – Netflix berjanji untuk berbuat lebih banyak setelah sebuah laporan menemukan bahwa faktanya, representasi difabel dan kelompok minoritas lainnya masih kurang dalam acara film dan acara televisi.

Laporan yang dibuat Stacy Smith ini dirilis akhir minggu lalu di Sekolah Komunikasi dan Jurnalisme Annenberg Universitas California Selatan yang secara lengkap menganalisa keterlibatan kelompok minoritas di pertelevisian. Smith dan timnya meninjau 126 film dan 180 seri yang dirilis pada 2018 dan 2019 untuk mengukur representasi berdasarkan jenis kelamin, ras/etnis, orientasi seksual, dan kedifabelan.

Studi penelitian tersebut membuat Netflix mendapat respon bagus karena mendorong adanya partisipasi kelompok minoritas dari berbagai spektrum, seperti gender, ras, dan etnis, namun masih ada yang belum terwakili yaitu difabel, mereka jarang muncul dalam konten streaming.

Karakter difabel hanya menyumbang 5,3% pemeran utama dan 4,7% pemeran utama dalam film dan serial di Netflix. Jika ditotal dari semua pemeranan, difabel hanya mendapatkan porsi keterlibatan 2,1%, dan itu masih sangat jauh dari 27,2% populasi difabel.

Lalu, dalam penelitian lanjutan, dari minimnya keterlibatan difabel itu ternyata yang mendominasi adalah difabel laki-laki yang sebagain besar berkulit putih. Artinya, potensi diskriminasi sangat besar menimpa seorang difabel kulit hitam yang berjenis kelamin perempuan.

Peneliti mengamati perubahan dalam representasi difabel antara 2018 dan 2019, menyimpulkan bahwa “ada ruang bagi Netflix berkembang, untuk menggambarkan secara lengkap bagaimana orang-orang mengalami disabilitas.”

Sebagai tanggapan, Netflix mengatakan akan menggelontorkan dana 100 juta dolar untuk membantu komunitas yang kurang terwakili ke dalam industri pertelevisian dan film, termasuk merekruit bakat difabel.

Menurut Smith, penelitian ini menetapkan standar tinggi untuk industri yang lebih luas dan menunjukkan bagaimana audit internal merupakan langkah penting pertama menuju perubahan inklusif. Hasil studi itu juga dikomentari oleh Ted Sarandos, co-CEO dan chief content officer di Netflix. Dia mengatakan bahwa perusahaan berkomitmen untuk merilis versi baru laporan inklusi setiap dua tahun hingga 2026.

“Dengan lebih memahami bagaimana kami melakukannya, kami berharap dapat merangsang perubahan tidak hanya di Netflix tetapi di seluruh industri kami secara lebih luas,” kata Sarandos.