Nenden Shintawati Menyabet Penghargaan Kategori Tunanetra Teman Milenial

0
185

Penulis: Sri Hartanti

Newsdifabel.comMelakukan sesuatu hal secara profesional tentu menjadi karakter mereka yang konsisten terhadap bidangnya. Tetap bertahan di masa-masa pergolakan perubahan berdasarkan peluang, terkadang membuat banyak orang terombang-ambing mengikuti tren yang ada.

Namun tidak demikian dengan Nenden Sinthawati, musisi yang kebetulan difabel netra ini sudah melanglang buana hingga manca negara. Profesionalisme dan konsistensinya dalam bidang seni musik, menghantarkan Nenden menjadi musisi handal yang dapat disejajarkan dengan nondifabel. Bahkan, dirinya menajadi pengajar di bidang seni musik untuk kalangan nondifabel.

Dalam peringatan Hari Pahlawan 10 November 2020, Nenden mendapat kejutan berupa penghargaan sebagai Pahlawan Milenial kategori Tunanetra Teman Milenial. Di dalam piagamnya tertulis bahwa penghargaan ini didedikasikan atas “Semua jasa, upaya positif serta segala pengorbanan waktu/pikiran/tenaga/energi, dan lain-lain, dalam mengasuh, mengasah, mengasihi, sehingga anak-anak menghargai makna kepahlawanan serta memahami arti kebhinekaan dan kebersamaan Indonesia satu, Indonesia hebat.”

Acara terselenggara atas kerja bersama antara RRI Bandung, Cinta Budaya Nusantara (CBN), dan Apresiasi Seni Kelompok Anak Indonesia (Askara).

“Penghargaan ini betul-betul surprise, saya tidak pernah mencarinya. Ini diselenggarakan oleh ragam lintas komunitas di Jawa Barat,” kata Nenden.

Baca:

Dirinya tak pernah mengira, sepanjang meniti karir sekaligus sebagai difabel netra, setiap pergerakannya mendapatkan tempat tersendiri. Menggeluti dunia musik, Nenden bergerak secara natural, tanpa membatasi atau mengekslusifkan diri karena hambatan yang dimilikinya. Baginya, bukan lantaran kedifabelan yang membuatnya menjadi musisi, tetapi justru sebaliknya, dirinya adalah seorang musisi yang kebetulan sebagai individu difabel juga.

Pola pikir yang luar biasa, dengan menonjolkan sisi profesionalisme dan konsistensinya terhadap dunia seni musik, menjadikan Nenden sebagai sosok yang mendongkrak kesetaraan antara difabel dan nondifabel. 

“Saya juga sempat menanyakan apa yang membuat saya terpilih, pertanyaan itu saya lontarkan saat kali pertama dihubungi pihak penyelenggara,” tutur Nenden.

Secara pribadi Nenden berkomitmen akan terus belajar mengembangkan diri, tetap profesional dan konsisten di ranah musik. Ia juga akan terus memberikan dukungan kepada siapa pun mereka yang bergerak sama di bidang seni musik, baik dari kalangan difabel maupun nondifabel. Menurutnya, mereka bukan untuk jadi pesaing atau yang perlu ditakutkan. Malah dengan maraknya difabel netra atau individu lainnya yang mahir dalam bidang musik secara profesional, akan mengikis stigmatisasi yang ada di masyarakat khususnya terhadap difabel.

“Bagi saya bukan berarti menolak kepastian, bukan berarti suatu kepasrahan. Kebetulan saya seorang musisi yang kebetulan difabel, bukan difabel yang bisa bernyanyi. Saya berada di tengah masyarakat difabel dan nondifabel, mereka tahu saya difabel dan juga musisi,” tutupnya.

Disampaikan Nenden, apresiasi yang didapatkannya kali ini juga ia dedikasikan untuk semua kalangan difabel yang selalu mendukungnya.