Merayakan Kasih Sayang ala Difabel

0
645

Penulis: Zaenal

Newsdifabel.com — 14 Februari 2021, seorang difabel netra asal Ciparay, Delia (24) berhasil kami hubungi melalui telepon menceritakan pengalamannya tentang hari Valentine dan apa maknanya bagi difabel netra. Sama seperti pada umumnya, ada beberapa difabel netra yang merayakan hari Valentine, ada juga yang tidak merayakan. “Namun yang saya alami dulu di asrama, saya lebih memilih merayakan Valentine bersama teman-teman daripada dengan pasangan.” tutur Delia memulai kisahnya.

Ini menjadi momentum kebersamaan, dan biasanya Delia bersama teman-temannya merayakan hari Valentine dengan menghabiskan waktu bersama dan bertukar kado. Tidak hanya satu atau dua orang, tapi satu asrama, bahkan teman yang di luar asrama pun ikut berpartisipasi.

Seringnya bertemu dan bersama membuat kasih sayang itu tumbuh alami, pada dasarnya difabel netra memiliki empati yang sangat besar, membuat mereka tak pernah kehabisan teman. Begitupun dengan cara difabel netra mencari pasangan, sama seperti orang awas, membutuhkan pendekatan sebelum jadian.

“Tak jarang sahabat jadi cinta, lho, atau cinta sama pacar sahabatnya sendiri pun terjadi, dan akhirnya persahabatan rusak karena menyukai satu orang yang sama.” ujar Delia.

Menurut Delia, seorang difabel harus memiliki alasan untuk bisa berdampingan dengan sahabat nondifabel. Pertama, harus memiliki kepercayaan diri yang kuat, karena untuk bergaul dengan nondifabel, kamu harus menyesuaikan diri dengan mereka. Kedua, kamu juga harus memiliki cara agar mereka dapat menyesuaikan diri dengan seorang difabel. Ketiga, jangan pernah memiliki rasa tidak percaya diri ketika berhadapan dengan nondifabel, karena dengan kamu yang membuka diri, mereka tak akan sungkan untuk berbaur dengan kamu.

“Pada umumnya difabel netra memiliki rasa kepedulian yang sangat besar, membuat difabel netra lebih mudah untuk menyayangi siapapun yang ada di sekitar mereka. Namun tingkat kepedulian yang sangat besar, membuat mereka lebih mudah untuk merasa kecewa. Jadi sangatlah sulit untuk menjaga sebuah perasaan jika tak saling peduli dan mengerti satu sama lain.” terang Delia.

“Menurut saya pribadi, merayakan hari Valentine tidak begitu penting, selain karena tidak dianjurkan untuk seorang muslim merayakannya. Selain itu banyak hari dan momen untuk mengekspresikan rasa sayang, tidak mesti hari Valentine. Namun karena lingkungan yang menjadikan hari Valentine hari yang tepat untuk berbagi dan bertukar kado, saya juga jadi ikut berpartisipasi. Saya pernah mendapat cokelat berbentuk love, boneka love, dan kado yang berisi kipas angin portable.” sambung Delia.

Hari Valentine adalah hari kasih sayang yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari oleh setiap makhluk yang memiliki kasih sayang yang ada di dunia, banyak rangkaian perjalanan untuk membuat anak Adam menemukan dan menjalin ikatan kasih sayang mereka. Sama halnya seperti orang pada umumnya, terkecoh dari apa yang ditampilkan di dunia maya juga banyak dialami oleh difabel netra.

Jika masyarakat umum tertipu oleh sebuah visual dari gambar yang menampilkan sosok cantik ataupun tampan rupawan, berbeda dengan seorang difabel netra yang cenderung mengandalkan indera pendengarannya dalam mengenal dan mengetahui siapa sosok di balik panggilan telepon yang dikenalnya melalui kontak jodoh di acara radio kesayangan atau bahkan mengutak-atik nomor untuk mencari pasangan dengan alasan salah sambung. Terkadang ajang kopi darat menjadi solusi bertemunya dua insan yang mungkin menjadi mak comblang pada seseorang yang belum dikenal tapi justru membuat penasaran.

Siapa sangka, suara nan merdu bisa membutakan orang yang buta. Jika disandingkan dengan kasus di atas, memainkan pita suara menjadi suara yang terdengar syahdu dan lebih muda atau memang bakat dari lahir memiliki suara yang tidak mengalami perubahan usia, mampu membuat beberapa orang saat di telepon terdengar tampan atau cantik, dan memiliki suara merdu dan lembut bak suara customer service tentu saja memikat banyak orang yang mendengarnya saat berkenalan. Kegiatan yang biasa teman netra katakan sebagai mengudara inilah yang mampu merajut dua hati meski tak saling sentuh.

Tapi tak jarang mereka yang melihat mau mendampingi dan setia menjadi pasangan hidup seorang difabel netra. Bukan karena digadang-gadang oleh harta dan jabatan tapi karena menerima keadaan serta ketulusan hati berlandaskan imbalan surga sang illahi.

Melihat ketidaksempurnaan selamanya tidak akan pernah selesai. Hanya dengan rasa saling pengertian serta saling mendukung dalam segala keputusan bisa menyatukan perbedaan menjadi cinta dan kasih sayang, berubah benci menjadi sayang, mengubah kekurangan menjadi kelebihan.