Menjalankan Pembelajaran Tatap Muka Dalam Pendidikan Khusus

0
346

Penulis: Indra Rukmana

Newsdifabel.com – November 2020 lalu, pemerintah pusat mengizinkan penyelenggaraan pendidikan tatap muka melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang terdiiri dari Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Pendidikan & Kebudayaan. Maksud dari isi SKB 4 Menteri tersebut adalah mengizinkan penyelenggaraan sekolah tatap muka di semua zona Covid-19. Tentu banyak saran serta kritik pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh yang belum efektif.

Pendidikan Khusus yang fokus melayani siswa difabel, tentu masih mempertimbangkan pelaksanaan secara tatap muka. Hal ini karena siswa difabel memerlukan layanan khusus yang tentu berbeda dengan siswa lainnya yang bersekolah di sekolah reguler.

Berikut hal yang harus diperhatikan ketika pendidikan khusus yang menangani Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK):

Izin Satgas

Adanya Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 tentu ada dari tingkat kota/kabupaten hingga desa/kelurahan. Ini untuk memantau jalannya lonjakan angka positif dari tingkat paling bawah, memantau jalannya protokol kesehatan yang diterapkan di tengah masyarakat dan sebagainya. Termasuk dunia pendidikan yang ingin melaksanakan secara tatap muka tentu harus berkonsultasi dengan Satgas Covid-19 di daerah masing-masing, agar jalannya kegiatan tatap muka dapat berjalan dengan lancar, karena sudah dipantau dan diperiksa kesiapan sekolah tersebut dalam kegiatan tatap muka nanti. Hal ini perlu mendapat izin juga, agar masyarakat tidak panik, karena sebelumnya sekolah yang akan menjalankan tatap muka telah mendapat izin serta berkonsultasi dengan Satgas Covid-19.

Izin Orang Tua

Orang tua siswa berhak mengizinkan atau tidak putra/putrinya bersekolah di tengah kondisi pandemi yang masih berlangsung. Jika orang tua tidak mengizinkan, tentu pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) harus berjalan secara optimal, karena siswa difabel perlu penanganan secara khusus, berbeda dengan siswa lain yang bersekolah di sekolah reguler, tidak perlu adanya pendampingan khusus. Tentu orang tua juga bertanggungjawab jangan sampai sekolah tatap muka tidak diizinkan, namun PJJ juga tidak dijalankan karena kesibukan orang tua itu sendiri. Hal ini akan berdampak buruk bagi siswa difabel.

Penggunaan Masker

Setiap warga sekolah baik itu siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan yang akan memasuki lingkungan sekolah diwajibkan menggunakan masker. Pastikan penggunaan masker dipantau selama kegiatan PTM berlangsung. Berikan sanksi sosial bagi warga sekolah yang melepas masker tanpa alasan tertentu, agar seluruh warga sekolah dapat mendisiplinkan diri dalam menjalankan protokol kesehatan.

Siapkan juga masker transparan bagi sekolah yang melayani siswa difabel rungu, agar tetap ada interaksi dengan bahasa bibir di antara siswa dan juga guru tanpa harus melepas masker.

Cek Suhu dan Cuci Tangan

Setiap warga sekolah yang ingin masuk ke lingkungan sekolah diwajibkan mengecek suhu badannya terlebih dahulu, agar terpantau dari suhu badannya, dan mencegah hal yang tidak diinginkan. Pastikan suhu badan tidak melebihi 37,5 derajat celcius. Juga setelah suhu badan dinyatakan dapat mengikuti kegiatan PTM, harus mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun di tempat yang telah disiapkan, untuk memastikan kebersihan tetap terjaga sesama warga sekolah.

Pengaturan Ruang Kelas

Tentu selama pembelajaran di masa pandemi ini siswa tidak diperbolehkan melebihi 50%, pastikan ruang kelas tertata, dan meja kursi untuk setiap siswa diberi jarak aman, pastikan di depan kelas telah disediakan rak menyimpan alas kaki, agar kebersihan di dalam kelas tetap terjaga.

Membawa Alat Tulis, Alat Bantu, dan Bekal Makanan Sendiri

Mungkin biasanya para siswa terkadang lupa membawa alat tulis sendiri, perlu diimbau baik oleh pihak sekolah juga orang tua, agar siswa membawa alat tulis sendiri dan tidak meminjam kepada temannya di sekolah. Juga alat bantu, seperti tongkat lipat difabel netra dan kursi roda ini perlu disiapkan dari rumah. Pastikan sebelum masuk kelas, alat bantu telah disemprot oleh Satgas sekolah menggunakan disinfektan, agar ketika digunakan di dalam kelas telah steril.

Karena di masa pandemi ini kegiatan Sekolah Tatap Muka tidak berjalan penuh seperti sekolah biasanya, maka orang tua wajib menyediakan bekal makanan juga minuman untuk siswa di saat jam istirahat berlangsung.

Menyiapkan Ruang Isolasi

Ketika ada warga sekolah memiliki gejala demam, batuk, atau yang lainnya, maka pihak sekolah memperbolehkan warga sekolah yang sakit untuk pulang ke rumah, atau dalam keadaan darurat, segera dipindahkan ke ruang isolasi yang sudah disiapkan.

Demikian yang harus diperhatikan bagi sekolah-sekolah yang melayani pendidikan khusus untuk meminimalisir penularan Covid-19 di dunia pendidikan khusus.