Menguji Aksesibilitas Trotoar, Difabel Netra Berjalan Menelusuri Kota Bandung

0
256

Oleh: Dera Sofiarani

[Bandung, 30 Agustus 2020] TunMap Salah satu komunitas yang bergerak di bidang kesejahteraan bagi difabel netra kembali mengadakan kegiatan yang diberi nama MapMyDay yaitu menelusuri trotoar di sekitaran Kota Bandung yang kurang atau tidak aksesibel bagi penyandang difabel netra. Kegiatan MapMyDay dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 Agustus 2020 jam tujuh sampai sembilan pagi. Kegiatan MapMyDay yang diikuti oleh beberapa teman difabel netra yang sebelumnya telah lolos dalam seleksi pendaftaran terbagi atas beberapa kelompok dengan didampingi guide masing-masing.

Dari beberapa kelompok diberikan rute perjalanan sesuai dengan wilayah mana yang akan disurvei, dan nantinya trotoar-trotoar yang kurang atau tidak aksesibel untuk penyandang difabel netra akan didata oleh reporter dengan menggunakan aplikasi khusus yang sudah terpasang di handphone. Setiap kelompok terbagi atas beberapa tugas yaitu, lead navigator yang bertugas sebagai pemimpin dalam setiap perjalanan; guide difabel netra bertugas sebagai pendamping atau penuntun untuk peserta; reporter bertugas untuk melaporkan trotoar mana yang kurang atau tidak aksesibel untuk difabel netra yang disampaikan melalui aplikasi TunMap.

Baca: Proyek Hukum dan Kebijakan untuk Difabel di Universitas Oxford

dari bagian dokumentasi bertugas mengambil foto atau video dalam setiap perjalanan, sedangkan para peserta sekaligus menjadi responden yang bertugas untuk mengungkapkan seberapa tidak aksesibelnya trotoar-trotoar pada setiap titik perjalanan.

Kali ini, MapMyDay bekerjasama dengan komunitas Aleut. Mereka bergerak di bidang penelusuran sejarah yang berada di Kota Bandung. Jadi, selain berjalan dan menelusuri trotar-trotoar pada titik-titik yang dilalui, dan melaporkan tidak aksesibelnya trotoar tersebut bagi difabel netra, kegiatan ini juga mengajarkan para peserta untuk mengenal dimana saja tempat-tempat bersejarah di Kota Bandung. Sebagai contoh, dibahas mengenai bagaimana sejarah Pabrik Kina, GOR Pajajaran, dan menara air yang terletak di Gang Kina.

Setelah rangkaian perjalanan dari titik awal pertemuan perkelompok hingga titik akhir rute perjalanan, seluruh anggota kelompok diminta menyampaikan kesan dari perjalanan yang telah dilakukan. Seluruh peserta sangat antusias ketika mengikuti MapMyDay ini karena, kegiatan seperti ini adalah salah satu langkah nyata yang diharapkan bisa membantu dalam perjuangan mewujudkan Kota Bandung yang inklusif dalam infrastruktur tata kotanya. Sebab, inklusifitas adalah variabel penting bagi komitmen penyetaraan penyandang disabilitas di Kota Bandung, dan Indonesia secara umum.

Baca: Inklusi Komprehensif dalam Agenda 2030

Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan yaitu seluruh peserta yang terlibat wajib menggunakan masker dan membawa hand sanitizer, serta diadakan pengecekan suhu tubuh. Seluruh rangkaian kegiatan MapMyDay ditutup, dan acara pendiskusian lewat aplikasi daring ditutup. Semua yang terlibat dalam kegiatan ini mendapatkan e-certificate.