Mari Mengenal Massage

0
1510
Foto: www.pacificcollege.edu

Oleh: Latipah

[Bandung, 12 Desember 2018] Sebenarnya, apa sih massage itu? Massage berasal dari bahasa Arab ‘mazsh’ yang artinya meraba atau memegang dengan lembut. Atau dari bahasa Yunani ‘massien’ yang berarti memijat, melulut. Akan tetapi, istilah yang paling populer adalah ‘maseur’ berasal dari bahasa Prancis yang artinya ‘menggosok.’

Sedangkan jika diambil dari bahasa Inggris ‘massage’ memiliki pengertian pemijatan, pengurutan, dan sebagainya, pada bagian-bagian badan tertentu dengan tangan atau alat-alat khusus untuk melancarkan peredaran darah sebagai cara pengobatan atau untuk menghilangkan rasa lelah.

Cara melakukan massage masih menggunakan istilah-istilah dalam bahasa Perancis. Teknik tersebut dilakukan dengan tangan secara sistematis yang bertujuan menimbulkan efek pada sistem otot, susunan syaraf serta sirkulasi darah secara keseluruhan maupun lokal.

Massage akan menimbulkan pengaruh fisiologis dan mekanis yang mendatangkan suatu relaksasi atau rasa sakit yang berkurang akibat adanya pembengkakan (haematome). Selain itu, massage juga menimbulkan pengaruh secara psikologis yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri (self confidence).

Banyak para ahli berpendapat bahwa teknik manipulasi dengan tangan memberikan hasil yang lebih baik daripada menggunakan alat-alat elektris, karena teknik manipulasi dengan tangan dapat memberikan sentuhan yang sensitif alamiah.

Menurut fungsinya, massage dapat digunakan untuk terapi (therapy massage), adalah upaya massage untuk memberikan pengaruh yang baik terhadap suatu kondisi cedera atau penyakit (patologi). Selain terapi, sering kali massage dikombinasikan untuk perawatan wacah (beauty massage), sebagai upaya massage untuk menghindarkan kekeriput dan kekeringan kulit.

Dalam soal kesehatan, juga ada istilah massage kesehatan (hygiene massage), adalah upaya massage untuk memelihara kebugaran tubuh, menormalkan fungsi organ serta menghindarkan diri dari penyakit atau anomali dalam tubuh. Dalam dunia olahraga, massage olahraga (sport massage) juga digunakan dengan menggunakan teknik menipulasi yang bermacam-macam untuk memperbaiki dan mempertahankan kondisi tubuh olahragawan serta menghilangkan kelainan-kelainan akibat olahraga yang ditimbulkan.

Massage olahraga mempunyai tujuan menunjang pencapaian atlet dalam pertandingan atau perlombaan. Hal ini dilakukan untuk tujuan preparatif (tujuan massage untuk mempersiapkan olahragawan memiliki kondisi badan yang baik sehingga dapat menghadapi dan menanggulangi ketegangan-ketegangan yang timbul dalam suatu pertandingan atau perlombaan). Termasuk sebagai upaya preventif dalam mempertahankan dan mengembalikan alat gerak agar tetap berfungsi dengan baik, serta kuratif yaitu tujuan massage untuk memperbaiki kembali kondisi tubuh setelah mengalami cedera atau mengurangi rasa sakit pada otot yang disebabkan oleh tertimbunnya asam laktat (lactyt acid).

Merunut pada sejarah, massage sebagai cara pengobatan, telah dikenal sejak zaman pra sejarah oleh berbagai suku bangsa di dunia. Data-data menunjukkan bahwa usia massage sama tuanya dengan peradaban manusia, secara keilmuan sama tuanya dengan anatomi. Cacatan sejarah menunjukkan bahwa bangsa Cina telah mengenal massage kurang lebih 3.000 tahun sebelum masehi. Dalam ajaran-ajaran Kung Fhu Tzu, diketahui bahwa massage telah dipergunakan bukan semata-mata untuk pemeliharaan kesehatan saja tetapi juga sebagai salah satu cara pengobatan.

Demikian pula massage yang dikenal oleh bangsa Yunani Purba, yang menggunakan massage sebagai bentuk kemewahan setelah melakukan latihan-latihan gymnastik untuk membentuk keindahan tubuh. Bapak ilmu kedokteran, Hippocrates (430-360 SM) menggunakan massage untuk para pasiennya, disamping dengan sinar matahari, mandi air panas, serta latihan-latihan badan untuk menyembuhkan kekuatan pada sendi dan otot-otot yang lemah.

Menurut Hipocrates, Bahwa seorang dokter harus memiliki keterampilan dalam banyak hal, lebih-lebih dalam menggunakan massage. Massage dapat menguatkan sendi-sendi yang lemah dan melemaskan sendi-sendi yang kaku. Dalam mempraktekkan massage, ia menggunakan istilah ‘Anaptripsis’ yang berarti pemijatan menuju ke arah jantung, yaitu mulai dari kaki menuju ke atas, sedangkan dari atas yaitu kepala atau leher ke bawah ke arah jantung.

Hal ini merupakan suatu bukti adanya dasar ilmiah dalam melakukan massage pada jaman itu. Pada abad XVI pengetahuan tentang anatomi semakin maju. Hal tersebut menambah gairah dari pemakaian massage. Pada tahun 1975, seorang dokter berkebangsaan Perancis, Ambroise Para menjelaskan tentang teknik serta efek massage friction yang lembut, sedang, kaku, dan menganjurkan untuk salah sendi (dislokasi).

Pada tahun-tahun berikutnya massage mengalami perkembangan pesat, terlebih setelah Pehr Hendrik Ling (1976-1839) yang berkebangsaan Swedia menciptakan Gymnastic Sistem Swedia yang sekarang lebih dikenal dengan Massage Sistem Swedia. Ling menyusun Gymnasticnya dalam empat bentuk yaitu: educational gymnastic, military gymnastic, medical gymnastic, dan aesthetic gymnastic. Tahun 1913, Ling mendirikan ‘Central Instituteof Gymnastic’ di Stocholm.

Dirinya mengajar sampai saat meninggal pada tahun 1839. Ling dan para pengikutnya telah banyak berjasa dalam memajukan massage, tidak hanya di Swedia saja, tetapi juga di beberapa negara Eropa. Menjelang akhir abad XIX massage telah benar-benar mempunyai kedudukan yang baik di dalam dunia pengobatan. Dr. Mezger dari Amsterdam adalah dokter terkenal yang menyebarluaskan massage bahkan ia sendiri bertindak sebagai masseur. Sejak saat itu massage menjadi suatu cara perawatan yang terkenal di Eropa dan Amerika.

Pada tahun 1894 kaum wanita di Inggris membentuk perhimpunan Masseuse yaitu ‘The Sociaty of Trained Masseuse’ dengan tujuan meningkatkan standar massage dan memperbaiki status wanita yang memilih massage sebagai profesinya. Perhimpunan tersebut kemudian bergabung dengan ‘The Institut of Massage And Remedial Exercice’ yang akhirnya membuat peraturan untuk menyelenggarakan pendidikan dan ujian.
Pada waktu itu di kota Manchester anggotanya telah mencapai 5.000 orang. Massage dan Medical Gimnastycnya terus berkembang dan dipergunakan secara luas sebagai Physical Treatment untuk melengkapi perawatan dengan pengobatan dan pembedahan.

Di Indonesia sendiri, massage telah dikenal dengan sebutan bahasa daerah: pijat, urut atau lulut, dan telah dikenal sejak jaman kuno oleh nenek moyang kita dengan sebutan ‘Dukun pijat’ atau ‘Dukun urut.’ Dukun pijat sebagai orang yang mempraktekkan pijat sering ditafsirkan bermacam-macam, antara lain: dukun pijat adalah orang yang menyegarkan tubuh dari rasa lelah atau penat, dukun pijat adalah orang yang menangani patah tulang, terkilir atau salah urat, kemudian lebih dikenal dengan dukun sangkal putung, dukun pijat dapat pula sebagai masseur atau ahli massage yang umumnya menangani olahragawan, dukun pijat diartikan pula sebagai dukun alusan atau pijat alus karena pemijatnya terdiri dari wanita yang umumnya berparas cantik.

Dalam melakukan pemijatan seorang dukun pijat memperoleh keahliannya karena bakat, keturunan dan pengalaman prateknya. Semakin tua si dukun, dianggap ahli oleh masyarakat awam. Bahkan ada anggapan bahwa dengan berpantang dan berpuasa kemampuan seorang dukun pijat akan semakin bertambah.

Namun seiring perkembangan ilmu pengetahuan, teknik-teknik pijat sebagai salah satu upaya penyembuhan alternatif juga mengalami kemajuan. Di Indonesia, kiranya pijat atau lulut yang sekarang dikenal dengan nama massage sudah bukan hal yang asing lagi, karena di setiap daerah sampai ke pelosok-pelosok pun dapat dengan mudah ditemukan seorang pemijat laki-laki atau wanita. Mereka melakukan pekerjaan memijat biasanya sebagai pekerjaan sambilan, tetapi ada pula yang merupakan pekerjaan utamanya (profesi).

Pada umumnya hasil pemijatan memberikan rasa nyaman dan memuaskan pasien, tetapi ada pula setelah dipijat justru meninggalkan rasa sakit yang disebabkan oleh tekanan-tekanan yang diberikan terlalu kuat atau keras. Hal tersebut dapat terjadi karena minimnya pengalaman atau pengetahuan tentang teknik massage yang benar. Menyadari akan kurangnya pengetahuan tentang massage, pada tahun 1960, di kota Solo pernah diajarkan sistem dan teknik Massage Swedia (swedish massage) sebagai suatu pedoman cara memijat yang benar. Massage sistem Swedia merupakan salah satu sistem massage yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.

Berbicara mengenai baik atau tidaknya suatu sistem massage, ditentukan oleh berhasilnya pelaksanaan massage tersebut. Jadi setelah menguasai teori maka tahap berikutnya ialah mempraktekkan dengan mengarahkan seluruh manipulasi ke arah jantung. Sejauh teori dapat mencapai tujuannya, maka dapat dikatakan bahwa teori dari sistem tersebut adalah baik dan benar. Misalkan seorang yang menderita kelelahan atau cedera ringan karena mengikuti suatu perlombaan atau pertandingan, apabila orang tersebut dimassage dengan cara yang benar maka seharusnya rasa sakit yang diderita akan semakin berkurang atau hilang sama sekali.

Massage atau pijat merupakan keterampilan yang melibatkan unsur-unsur pengetahuan, naluri dan seni merawat tubuh yang diperoleh dari seringnya melakukan praktek massage atau dalam istilah massage telah memiliki jam terbang yang tinggi. Selain itu, seorang pemijat harus mempunyai kekuatan, kelincahan dan kerja tangan secara mekanis diarahkan ke jantung untuk menghasilkan rasa nyaman dan menyegarkan yang menghasilkan pengurangan rasa sakit dari suatu cedera tertentu. Banyaknya kegiatan olahraga khususnya olahraga yang memerlukan gerakan-gerakan yang cepat dan kuat (explosive) seperti sepak bola, bola basket, bulu tangkis, dan lain-lain dapat menyebabkan terjadinya terkilir atau keseleo yang diikuti dengan pembengkakan. Maka dalam sebuah tim olahraga, hal itu merupakan tugas dan tanggung jawab masseur atau masseuse untuk memberikan perawatan dengan teknik dan metode yang benar. Sedangkan, jika terjadi patah tulang (fracture) sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit, karena hal tersebut merupakan tanggung jawab dokter yang ahli di bidangnya (ortopedi).

Di kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta dan kota-kota besar di Indonesia lainnya, banyak sekali dibuka klinik pijat massage. Untuk lebih lanjut dapat mengunjungi link bisnis kabar difabel di bawah ini.