Lukisan Dunia: Buku Puisi Seorang Cerebral Palsy

0
318

Oleh: Sri Hartanti

[Bandung, 14 Oktober 2020] Taufik Hidayat—Opik, sapaan akrab pria kelahiran Bandung berusia 45 tahun ini adalah salah satu seniman difabel cerebral palsy. Ia gemar menulis puisi sejak SMP, dan kini sudah menerbitkan tiga judul buku puisi.

Isi Otakku (Ultimus, 2010) menjadi karya perdana, kemudian disusul dengan karya bersama satu rekan cerebral palsy juga dalam antologi puisi berjudul Ruang Sunyi (Ultimus, 2013).

Awal September lalu, Opik menerbitkan buku puisi terbarunya berjudul Lukisan Dunia dari penerbit yang sama. Berikut ini ada tiga karya dari buku Lukisan Dunia yang ia buat sepuluh tahun lalu.

(I)

Teriak… Kan… Jiwa!

Hey… alam yang ada di
sekelilingku dengarkan aku!

Laut yang biru,
gunung yang menjulang tinggi,
sawah yang hijau,
gurun pasir yang tandus

Dengar semua aku telah
jatuh cinta pada
seorang perempuan

Hey… musim yang ada di
planet bumi dengarlah aku!

Musim penghujan,
musim dingin,
musim gugur,
musim panas,

Dengar aku,
saat ini aku sedang rindu
padanya, hanya kalianlah yang
tahu semua ini.

Bandung
22/11/2010

(II)

Garis Jatuh

Gelap merambat sepi di
tengah siraman hujan yang
basahi daun-daun dan tanah kering

Hembus… angin jatuhkan
Bunga-bunga indah yang wangi

Dari sisi gelap masih terbayang
Tarian garis jatuhnya
Daun-daun kering

Dan dari sisi gelap juga
Masih terbayang tarian elok jatuhnya
Bunga-bunga yang indah

Bandung
24/11/2010

(III)

Imajinasi dalam Gelap

Malam ini listrik di
sekelilingku mati total

Di hadapanku berdiri sebatang
lilin temani aku dalam gelap

Di dalam heningnya gelap masih
terbayang lekuk raut wajah nan
indah yang selalu kudambakan

Lilin di hadapanku terus mengecil
sementara lekuk wajah di kegelapan
ini semakin jelas terbayang
dalam gelap ini

Menjadi sebuah imajinasi dalam
heningnya gelap di
sekelilingku

Bandung
29/11/2010