Lugi Basuki: Terus Berkarya dan Bangga Diciptakan Tuhan Menjadi Difabel 

0
699

Penulis: Delia 

Newsdifabel.com — Peranan individu atau organisasi difabel dalam penyuluhan pemahaman tentang difabel kepada masyarakat sangatlah penting. Advokasi khusus ini dilakukan untuk menyikapi adanya kesenjangan sosial yang belum relevan meskipun Undang-Undang No. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas sudah tertulis jelas dalam gulungan peraturan negeri ini.

Dengan keinginan yang luhur mewujudkan kehidupan kebangsaan yang adil, bebas, dan beradab membuat seorang difabel low vision, Lugi Basuki (27) terus bergerak mengupayakan terwujudnya masyarakat inklusif Indonesia.

“Jauh sebelum saya melakukan advokasi tentang difabel kepada masyarakat, waktu itu saya masih kuliah, saya masih bingung untuk mengedukasi masyarakat tentang disabilitas. Apa yang harus dikatakan dan harus mulai dari mana, masih belum terbayang oleh saya. Saya amat sangat ingin menyampaikan apa yang saya rasakan, karena pada dasarnya saya tidak jauh berbeda dengan orang lain, baik secara fisik, komunikasi, dan interaksi, yang membedakan hanyalah saya tidak bisa memanggil orang dari jauh dan kesulitan melihat tulisan yang kecil.” Begitu cerita Lugi ketika pertama kali dirinya melakukan advokasi tentang difabel.

Berangkat dari lagu yang ia ciptakan, Lugi mulai dikenal publik. Sampai pada tahun 2018, Lugi Basuki dan timnya sukses membuat kontes bernyanyi bagi semua kalangan dengan mengover lagu difabel. Karir Lugi Basuki semakin cemerlang dan dikenal banyak orang.

Kesuksesan Lugi berlanjut ketika ada perhatian khusus dari sebuah lembaga amil zakat bernama Daarut Tauhid Peduli (DTP) yang ingin menjadikan lagu Difabel Bisa Berkarya sebagai lagu tema program mereka. Karena melihat potensi Lugi, selain membeli karyanya, DTP juga mengikutsertakan Lugi dalam program-programnya. Akhirnya keinginan besar Lugi dalam advokasi difabel pun terwujud saat DTP merekrutnya menjadi pembawa acara sebuah program di MQTV sejak November 2020 dengan nama yang sama dengan lagunya yaitu Difabel Bisa Berkarya.

Di sana acara berlangsung selama satu jam dengan menghadirkan tokoh-tokoh difabel yang sukses dan inspiratif untuk menyampaikan pengalaman dan perjuangannya dari awal sampai akhir.

Selain dari program MQTV, penyanyi sekaligus pembawa acara sedang sibuk menggarap program dengan konsep yang sama di jejaring sosialnya, seperti Facebook, WhatsApp, Instagram, dan juga YouTube. Program utama di Instagram @lugi_basuki diberi tajuk Duduk Berkarakter. Sebelum Desember 2020, program dengan konsep yang sama melalui media sosial sudah pernah Lugi kerjakan melalui aplikasi YouTube.

“Karena pandemi, kita sudah harus beradaptasi dengan yang namanya media daring, saya rasa advokasi tentang kedisabilitasan itu harus terus berjalan. Karena di media televisi itu sangat jarang membahas atau mengangkat isu disabilitas, maka dari itu saya membuat program tentang disabilitas melalui media Instagram siaran langsung” ungkap Lugi.

Acara yang tayang pada hari Rabu, Jumat atau Sabtu itu dinilai inspiratif bagi masyarakat terutama difabel.

“Harapan saya nggak muluk-muluk, hanya ingin lingkungan yang inklusif seperti di Gang Tersana, Pajajaran.” begitu ungkap Lugi saat dihubungi via telepon.

“Harapan saya ketika teman-teman difabel menonton acara saya, mereka harus bisa bangga karena dititipkan Tuhan sebagai difabel, dan perlu diingat, siapa lagi yang bakalan mengingatkan tentang apa saja kebutuhan disabilitas selain disabilitas itu sendiri.” sambung Lugi.