Linda, Kursi Roda, dan Kopi Seduh

0
362
Foto: http://jabar.tribunnews.com

Oleh: Latipah

[Bandung, 28 November 2018] Berjualan atau berniaga adalah salah satu kegiatan yang banyak dipilih untuk menambah penghasilan, atau untuk dijadikan penghasilan utama. Linda Indriani, seorang difabel daksa misalnya, selain sebagai atlet balap kursi roda, ia juga memiliki usaha lain.

Di sela-sela kesibukannya sebagai atlet balap kursi roda, Linda juga berjualan minuman ringan seperti air mineral, kopi seduh, dan lainnya. Lokasi berdagangnya di sekitar Gor Pajajaran Bandung. Linda membuka kiosnya sekitar pukul sembilan pagi hingga sore, bahkan malam hari.

“Saya latihan tiga kali dalam satu minggunya, jadi, sisa waktu saya gunakan buat jualan,” ujar Linda.

Linda tidak tinggal di sekitar Gor Pajajaran. Rumahnya berada di daerah Kiaracondong, Bandung. Setiap hari ia diantar oleh suami dengan menggunakan motor roda tiga. Suaminya juga seorang difabel daksa yang tergabung dalam atlet panahan. Sudah sejak 2010 silam Linda berjualan di kawasan Gor Pajajaran, hingga kini usahanya itu masih ia tekuni.

“Penghasilan dari jualan kadang naik turun, karena rebutan waktu dengan kegiatan saya sebagai atlet, tapi ditekuni saja. Etalase saya kunci kalau sedang latihan. Selesai latihan lanjutkan lagi berjualan,” katanya.

Ia merasa senang jika di Gor Pajajaran sedang ada acara. Karena menurutnya, saat di Gor sedang ada acara pendapatannya bisa meningkat. Gor menjadi ramai pengunjung. Dan sebaliknya, saat tidak ada acara pengunjungnya biasa saja.

Ada kesulitan yang Linda hadapi. Ketika berjualan, tempat kiosnya kurang aksesibel untuk difabel daksa karena terdapat dua anak tangga. Dan kondisi ini sedikit menyulitkan Linda saat harus memberkan pesanan kopi seduh kepada pelanggan, terlebih saat sedang ramai pengunjung. Namun, kesulitan tersebut sedikit berkurang. Terkadang Linda dibantu penjual lain yang tempat berjualannya berdekatan.

Pelanggan Linda beragam. Ada yang memang sudah akrab karena hampir setiap hari bertemu dan ngopi di kiosnya. Ada juga pelanggan atau pembeli musiman yang hanya datang ketika sedang ada acara saja di Gor.

Linda hampir tidak pernah pergi ke pasar. Untuk membeli barang dan mengisi kios dagangannya, ia cukup menghubungi grosir langganannya. Bisa dengan menghubungi via telepon, SMS atau Whatsapp ke tempat grosir yang letaknya tidak terlalu jauh dari Gor.

Cara belanja seperti ini sudah bertahun-tahun Linda lakukan. Teknologi alat komunikasi sangat mudahkannya untuk bertransaksi dengan tempat grosir langganannya. Belanja seperti ini jauh lebih meringankan pekerjaan Linda, karena ia tidak harus pergi untuk membeli segala yang dibutuhkannya.