KPU Kota Bandung Akan Tetap Berkolaborasi dengan Masyarakat Difabel

0
268

Oleh: Sri

[Bandung, 16 Desember 2019] Pasca Pemilihan Umum (Pemilu) yang telah berlangsung pada tanggal 17 April 2019 silam, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung akan tetap menjalin interaksi untuk berkolaborasi dengan masyarakat difabel. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Komisioner KPU Kota Bandung, Adi Prasetyo S.Pd, saat mengunjungi Ikatan Alumni Wyata Guna (IAWG) di komplek Wyata Guna, Jalan Pajajaran Bandung, Sabtu siang (14/12/2019)

Disampaikan Adi, kesuksesan dan kelancaran dalam melaksanakan tahapan Pemilu pada April lalu tidak terlepas dari adanya peran serta dukungan warga difabel kota Bandung. Dengan membentuk tim Relawan Demokrasi basis Kelompok Disabilitas yang turut hadir bersama sebelas basis lainnya sebagai petugas sosialisasi pemilu 2019, terbukti mampu mendongkrak angka partisipan pemilih dari masyarakat difabel.

“Pada Pemilu kemarin, masyarakat difabel lebih antusias dalam menyalurkan aspirasi hak menggunakan suaranya secara langsung ke TPS,” tutur Adi.

Diakui Adi, KPU sebagai pihak pelaksana pemilihan umum mendapatkan cukup banyak informasi dan data terkait kebutuhan aksesibilitas untuk pemilih difabel. Berdasarkan sosialisasi yang disampaikan oleh tim Relawan Demokrasi di lapangan, selain sebagai sumber pengetahuan untuk tahapan proses pemilu kepada warga, melalui keberadaan tim ini pula KPU mendapatkan beragam masukan, ide dan info untuk membuat sarana dan prasarana pemilu yang aksesibel.

“Kita buatkan TPS-TPS yang akses untuk difabel agar mereka nyaman dan dapat datang secara mandiri, menggunakan hak suaranya sendiri,” kata Adi.

Selain melibatkan tim Relawan Demokrasi, KPU Kota Bandung juga melibatkan tokoh difabel dalam tim seleksi pada jajarannya. Keterlibatan para difabel ini diharapkan akan terus berlangsung untuk tahapan pemilu di masa mendatang. Peningkatan jumlah peserta pemilih difabel pada pemilu 2019 ini dapat dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan pihak penyelanggara pemilihan umum dalam memberikan pelayanan yang akses saat pemilu berlangsung.

“Meskipun proses pemilu tahun ini telah selesai sejak lama, KPU tetap menjalin komunikasi dan akan tetap berkolaborasi dengan masyarakat difabel untuk tahapan memilu pada masa mendatang,” pungkas Adi.

Secara pribadi Adi Prasetyo menuturkan, dirinya memang sejak lama telah menjalin interaksi dengan masyarakat difabel kota Bandung. Bahkan sebelum menjabat sebagai Komisioner KPU untuk wilayah Kota Bandung.