Kopi Tuli, Kedai Kopi Tanpa Wifi

0
319

Oleh: Ravindra Abdi Prahaswara

[Jakarta, 6 Maret 2019] Mendengar kata kedai kopi terlintas dalam benak kita sebuah tempat nongkrong untuk sekedar bersendau-gurau dengan kerabat atau tempat asik untuk menghemat kuota internet. Bagaimana tidak, hampir mayoritas kafe pasti dilengkapi dengan fasilitas wifi di dalamnya. Alasannya agar pengunjung merasa nyaman berada di dalam kafe. Berbeda dengan kebanyakan kafe pada umumnya, Kopi Tuli yang berkawasan di daerah Depok ini justru sengaja tidak menyediakan fasilitas wifi sama sekali. Perlu diketahui, Kopi Tuli adalah nama sebuah kafe yang pekerjanya kebanyakan adalah disabilitas rungu.

Tujuannya agar pengunjung dapat berkomunikasi dengan para insan tuli di dalam kafe dan mulai belajar menggunakan bahasa isyarat,” ujar salah satu pendiri Kopi Tuli, Putri Santoso dalam presentasi yang disampaikannya di Auditorium Gedung A, Kementerian Kebudayaan, Sabtu 23 Februari 2019 lalu.

Dari keunikan inilah banyak akhirnya pengunjung yang tertarik untuk datang dan menikmati lezatnya rasa kopi sambil belajar berbahasa isyarat di tempat ini. Selain itu, keunikan lainnya juga terletak dari menu kopi yang ditawarkan yakni mengunakan istilah yang berasal dari alam.

Kopi Tuli yang terletak di Jalan Krukut Nomor 70, Cinere Limo, Depok ini merupakan rumah kopi yang dirintis tiga sahabat tuli, Putri Santoso, Trierwinsyah, dan Adhika Prakoso dengan modal sekitar Rp100 Juta.

Pendirian Koptul ini karena keprihatinan kami atas sedikitnya lapangan kerja yang tersedia bagi insan tuli,” ujar Putri dalam slide presentasinya. Padahal, menurut Putri, insan tuli dapat melakukan suatu pekerjaan yang baik sama dengan pekerja dari kalangan non difabel.