Kiprah Yuli Yuliani dalam Melatih Blind Judo

0
255

Penulis: Zaenal  

Newsdifabel.com — Cabang olahraga judo merupakan teknik seni beladiri yang berasal dari Jepang. Untuk penyandang difabel netra disebutnya sebagai blind judo.

Rasa kecintaan terhadap olahraga judo dan difabel membuat seorang perempuan bernama Yuli Yuliani (38) mendedikasikan dirinya untuk bisa melatih dan berbagi ilmu kepada difabel netra yang ada di Kota Bandung, Jawa Barat. Hal demikian ia lakukan semata-mata untuk bisa membuat blind judo dapat berkembang dan semakin dikenal oleh orang banyak, serta berprestasi di ajang nasional maupun internasional.

Foto bersama para atlet blind judo

Dalam pembinaan blind judo, ia sempat mengalami kendala dalam mengajarkan teknik yang berpusat pada bantingan dan kuncian ini. Untuk mengatasinya, sensei Yuli Yuliani harus mengajarkan semua teknik dengan cara meraba satu persatu gerakan yang ia berikan kepada semua atlet dengan gerakan koordinasi terlebih dahulu.

“Pada awal tahun 2016 hingga 2019, saya melatih sendiri atlet-atlet blind judo yang ada di Kota Bandung. Namun berkat dukungan penuh dari NPCI Kota Bandung, baik dukungan moral maupun materiel, saat ini diberikan tim baru untuk membantu saya melatih para atlet blind judo sehingga saya tidak kewalahan”, tutur Yuli.

Atlet blind judo dalam sesi latihan

Dalam program pelatihan blind judo, atlet akan dianggap mampu dan memahami teknik yang diberikan setelah menjalani program latihan selama 6 bulan sampai 1 tahun.

Selama menjadi pelatih blind judo, Yuli berhasil membawa kontingen Kota Bandung menjadi juara umum di ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) yang di Kabupaten Bogor tahun 2018. Kontribusi itu juga berhasil membawa beberapa anak didiknya lolos mengikuti pelatihan nasional (Pelatnas) di ajang internasional.

Sesi praktik atlet blind judo

Selama Yuli melatih di dojo Pajajaran, banyak pengalaman yang luar biasa dan berharga saat melatih blind judo. Yuli sangat berharap masyarakat bisa mendukung para difabel untuk terus mengembangkan prestasinya di bidang olahraga. Sedangkan pemerintah diharapkan lebih memperhatikan fasilitas, perlengkapan, dan peralatan yang lebih baik sebagai penunjang pelatihan untuk ke depannya.