Kiat-Kiat Isolasi Mandiri untuk Difabel

0
571

Penulis: Indra Rukmana

Newsdifabel.com – Sebagai difabel, situasi dimana tidak ada pandemi saja bisa membuat kita seperti terisolasi jika akses publik tidak ramah pada difabel. Tanpa adanya aksesibilitas sebenarnya telah membuat difabel setengah terisolasi apalagi sekarang ditambah adanya pandemi dan anjuran agar membatasi diri dalam melakukan aktivitas publik. Terutama bagi difabel netra yang menggunakan deteksi sentuhan sebagai upaya untuk beraktivitas selain dengan pendengaran, membuatnya rentan terpapar Covid-19, atau setidaknya, karena deteksi sentuhan itu membuat seorang difabel netra harus sering-sering menggunakan penyanitasi tangan atau mencuci tangan.

Dalam melakukan aktivitas sehari-hari membuat kita harus ekstra berhati-hati di tengah ancaman pandemi yang masih berdampingan bersama kita. Protokol kesehatan pun selalu kita jalankan selama aktivitas di luar rumah, agar mencegah terpapar Covid-19 . Siapapun dan dimanapun dapat terpapar Covid-19, bisa dari keluarga dan teman.

Difabel salah satu bagian masyarakat yang berisiko tinggi terpapar Covid-19, karena difabel netra dalam beraktivitas sering bersentuhan langsung dengan orang lain jika dirasa memerlukan bantuan yang mendesak. Termasuk bagi terapis karena pekerjaannya bersentuhan dengan pasien yang ingin dipijat melalui jasanya, inilah yang menyebabkan mudahnya terpapar Covid-19.

Berikut kiat dari saya dalam melakukan isolasi mandiri di rumah bagi difabel netra:

Olahraga

Olahraga adalah upaya agar tubuh kita menjadi bugar. Meski olahraga bukan sarana yang bisa membuat kita kebal dari virus namun bisa dijadikan sebagai pendukung untuk membangun pola hidup sehat. Kita bisa melakukan olahraga ringan, misal, push up, sit up, atau lari-lari kecil di rumah sambil melakukan peregangan otot-otot. Untuk jangka waktunya, bisa dilakukan sesempatnya hingga semua tubuh telah digerakkan. Tak perlu berlama-lama.

Konsumsi makanan dan minuman yang diperlukan tubuh

Pengaturan pola makan juga menjadi penting setelah melakukan olahraga ringan di rumah. Minum air putih sebanyak 2 liter per hari harus terus dibiasakan. Ukurannya adalah menghabiskan kira-kira minimal sebesar 2 botol air kemasan berukuran besar. Untuk makanan, usahakan memenuhi unsur 4 sehat 5 sempurna, tentu ketika mengolah makanan tetap menjaga kebersihan tangan dan bahan makanan. Sayuran yang direbuh dengan air mendidih juga turut membantu mensterilkan bahan makanan. Konsumsi makanan ini untuk membantu tubuh kita meningkatkan imun.

Kandungan vitamin, protein, karbohidrat, semua yang bisa didapatkan dari bahan makanan sangat dubutuhkan tubuh kita. Sesekali juga mengonsumsi secara langsung olahan dari jenis rimpang misal jahe, atau teh herbal.

Hati yang gembira dan pikiran yang sehat

Dalam beberapa literatur, melemahnya imun tubuh juga dikarenakan hati dan pikiran kita yang tak gembira atau sedang dirundung kesedihan. Gembira dan sedihnya diri kita dikontrol oleh enzim dalam otak dimana amigdala, serotonin, dan enzim lainnya berperan dalam emosi kita.

Maka, saat pandemi ini, usahakan jangan sampai patah hati atau putus cinta agar kita tidak bersedih. Atau, jangan melakukan hal-hal yang membuat kita berpotensi sedih atau membuat sedih orang lain. Termasuk menunda untuk bertaruh dalam menyatakan cinta. Jika cintamu diterima, bahagialah kau, jika ditolak, kau hanya akan patah hati lalu bersedih menangis di sudut-sudut kamar.

Mendekatkan diri dengan Tuhan

Kita memiliki Tuhan sebagai tempat segala keluh-kesah, tempat bersyukur dan meminta. Masa-masa isolasi mandiri bisa digunakan untuk merenungi hidup bahwa ternyata jarak kita dengan ajal tak kurang dari sedepa, bahkan ajal terus mengintai. Ikhtiar harus kita lakukan, setelahnya, serahkan pada takdir sebab, Tuhan juga melihat sejauh mana ikhtiar kita sebelum meminta pada-Nya.

Bersilaturahmi secara daring dengan teman lama

Upaya membangun komunikasi dengan kawan lama sambil bercerita tentang hal-hal baik bisa berguna membuat hati gembira, hanya sekadar mengenang kisah masa lallu yang ceria. Kita bisa bercerita satu sama lain tentang kelucuan dan kebodohan yang pernah kita lakukan bersama di masa lalu, sehingga gelak tawa pun dapat tercipta untuk meningkatkan imun dalam tubuh.

Membaca buku

Waktu luang dalam isolasi mandiri sering kali menimbulkan rasa jenuh dan bosan, kiat ini sebenarnya untuk mengisi waktu agar tidak jenuh. Salah satunya dengna membaca buku. Dengan membaca buku, kita bisa membunuh waktu sambil mengisi nutrisi otak dengan pengetahuan. Biasanya lebih santai jika membaca novel, kumpulan cerpen atau puisi.

Membuat karya

Setelah membaca buku, kita bisa juga mencoba menorehkan karya yang sebelumnya belum pernah kita buat misal cerpen, puisi, lagu atau membuat tulisan yang isinya menceritakan ulang novel yang telah kita baca dalam sebuah ringkasan. Bisa juga membuat tulisan prosa tentang pengalaman selama isolasi mandiri dengan merekam aktivitas sehari-hari di rumah.

Demikian kiat-kiat dari saya tentang bagaimana menjalankan isolasi mandiri dengan berkualitas. Selain untuk mengisi waktu, kita bisa melakukan evaluasi diri untuk melanjutkan hidup setelah isolasi mandiri selesai. Terus jaga kesehatan dan jaga kebersihan diri. Ikuti anjuran dari pemerintah melalui Satgas Pencegahan Covid-19 di masing-masing daerah. Meskipun vaksin telah diedarkan, tidak membuat kita mengabaikan ikhtiar pencegahan penularan virus. Terima kasih. Salam hidup sehat.