Kepoin Screen Reader JAWS (Bagian I)

0
571

Penulis: Siti Latipah

Newsdifabel.comScreen reader. Apa, sih? Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, screen reader berarti pembaca layar. Screen reader bekerja dengan cara mengubah semua tulisaan yang tampil di layar perangkat komputer atau telepon pintar menjadi suara atau dengan kata lain, mengubah tampilan visual menjadi audio.

Ada banyak screen reader yang saat ini digunakan oleh teman-teman difabel netra untuk membantu mereka mengakses gawai. Mari kita kenalan dengan salah-satunya.

JAWS adalah akronim dari Job Access with Speech. JAWS bekerja dengan mengubah semua tampilan tulisan ke dalam suara. Versi asli JAWS berlogat Inggris. Namun, perkembangan teknologi membawa angin segar bagi pengguna yang berasal dari berbagai belahan dunia. Indonesia, misalnya.

JAWS saat ini dapat diakses dengan bahasa Indonesia. JAWS pertama kali dirilis pada tahun 1989 oleh Ted Henter. Ted Henter meluncurkan JAWS untuk memudahkan dirinya yang kehilangan penglihatan pada tahun 1978. Pria itu mengalami kecelakaan kendaraan bermotor. Pada tahun 1985 Ted Henter menerima investasi dari Bill Joyce senilai 180.000 dollar. Bill Joyce merupakan pendiri Henter-Joyce Corporation di St. Petersburg, Florida. Kemudian tahun 1990, Joyce menjual balik perusahaannya ke Ted Henter. Pada tahun 2000, Ted Henter, Joyce, Blazie Engineering, dan Arkenstone bersepakat menggabungkan perusahaan mereka yang dinamakan Freedom Scientifict.

Ted Henter dan Rex Skipper mengkoding kode asli JAWS di pertengahan tahun 1980, kemudian pada 1990, Ted Henter dan Rex Skipper kembali merilis JAWS versi 2.0. Dinamika pengembangan JAWS terus meningkat dalam setiap versi yang diluncurkan. Hingga saat ini telah tersedia JAWS versi 2020. Dengan pembaca layar JAWS, difabel netra mampu mengoperasikan komputer, mulai dari mengakses Microsoft Office hingga berselancar di dunia maya.

JAWS dikenal juga dengan JFW (JAWS for Windows). Pembaca layar masuk ke Indonesia sekitar tahun 90-an. JAWS dengan text to speech (TTS) eloquence untuk pembaca layar berlogat Inggris sedangkan TTS vocalizer untuk pengguna yang memilih pembaca layar berbahasa Indonesia.

Apakah komputer yang digunakan nondifabel dan difabel netra berbeda? Tidak ada beda sama sekali. Komputer yang digunakan oleh difabel netra adalah komputer yang juga dipakai oleh nondifabel netra dengan berbagai perangkat keras dan lunaknya. Hanya saja, perangkat keras yang paling dibutuhkan oleh difabel netra adalah speaker aktif atau headphone. Difabel netra kurang bahkan tidak membutuhkan layar monitor sama sekali. Satu lagi adalah, instalasi perangkat lunak atau aplikasi screen reader (JAWS atau screen reader lain) pada perangkat komputer jika penggunanya seorang difabel netra.

Di artikel tentang screen reader bagian kedua, kita akan berkenalan dengan NVDA. Tentang apa dan bagaimana NVDA, akan saya lanjutkan di artikel berikutnya.