Kemensos Wujudkan Balai Literasi Braille Yang Adaptif Dengan Perkembangan Teknologi

0
477

Penulis: Siti Latipah

Newsdifabel.com — Jumat, 18 Maret 2021 lalu, Balai Literasi Braille Indonesia (BLBI) Abiyoso yang berlokasi di Jl. Kerkof No. 21, Leuwigajah, Cimahi Selatan, Kota Cimahi, mendapat kunjungan Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini. Pada kunjungannya kali ini, Mensos memaparkan beberapa harapannya akan kemajuan teknologi yang dapat memudahkan difabel netra dalam beraktivitas.

Dikutip dari Kalderanews.com, BLBI Abiyoso adalah satu-satunya balai milik pemerintah yang bertugas mencetak literasi braille untuk difabel sensorik netra (difabel netra). Tak hanya mencetak, pengembangan dan pengkajian braille pun dilakukan di sini. Menariknya, BLBI Abiyoso Cimahi juga mengembangkan teknologi bidang difabel, bimbingan teknis bidang alih huruf dan sulih suara, bimbingan teknis bidang baca tulis huruf latin dan arab braille, serta teknologi informasi.

“Yang perlu kita lakukan sekarang adalah membuat para penyandang disabilitas sensorik netra bertahan di tengah pesatnya perkembangan teknologi. seperti membuat buku pertanian, buku peternakan, teknologi terapan sederhana, dan lain-lain yang ditranskripkan menjadi tayangan atau audio visul.” jelas Risma.

Risma juga menyampaikan idenya agar BLBI Abiyoso bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk membuat sebuah piranti lunak yang dapat membaca hasil pindaian dari sebuah teks maupun gambar.

“Jadi, ketika penyandang disabilitas sensorik netra menerima sebuah kertas atau surat berisi teks maupun gambar, dipindai, kemudian hasil pindaian itu bisa ditranskrip ke media audio.” papar Risma.

Risma juga memberi gagasan agar membuat piranti lunak yang dapat menjadi petunjuk arah difabel sensorik netra dalam beraktivitas seperti berjalan di ruang publik. Dengan inovasi ini, akan membuat PDSN tidak ketergantungan. Mereka mudah dalam beraktivitas. Risma berharap agar semua difabel sensorik netra di seluruh pelosok Indonesia bisa mendapatkan akses yang sama di berbagai ruang informasi dan ilmu. Dirinya juga berharap, konsep ini bisa memunculkan daya tarik dan perhatian bagi difabel sensorik netra untuk mengikuti berbagai macam pelajaran.

Sumber: Humas Kemensos RI