Kaum Difabel di Kuba (Bagian I)

0
630
Anak-anak siswa Sekolah Khusus Abel Santa Maria, Kuba (Foto: http://www.musicfundforcuba.org.uk)

Oleh: Barra

[Bandung, 2 November 2018] Isabel Moya, seorang difabel bergelar profesor jurnalisme di Universitas Havana, mengatakan: ‘Kuba memberi kita harga diri‘.

Kuba, Negara yang pernah menjadi penentang terkuat kapitalisme ini
adalah pulau terbesar di Karibia. Rakyatnya pernah secara gemilang
menjungkalkan kediktatoran Fulgencio Batista yang begitu membebek pada Amerika
Serikat. Kolonel angkatan darat itu sukses mengorganisir kudeta dalam meraih
kekuasaannya sebagai presiden. Revolusi Sersan tahun 1933 dibuat oleh Batista untuk mendongkel Gerardo Machado.

Negara berpenduduk lebih dari 11 juta orang itu memiliki sistem
pendidikan yang mengagumkan. Setelah kemenangan Revolusi Kuba atas diktator
Fulgencio Batista pada 1959, Fidel Castro mengonsentrasikan diri untuk dua hal:
pendidikan dan kesehatan. Castro sadar bahwa, setelah revolusi, yang dihadapi
oleh Kuba adalah kenyataan setengah rakyat Kuba tidak bisa membaca dan menulis.
Pada 1961, dua tahun setelah revolusi, program pendidikan dimasifkan.

Sebelumnya, 50% anak-anak di Kuba tidak
pernah menyentuh bangku sekolah. 72% anak-anak berusia 13-19 tahun tidak bisa
melanjutkan ke sekolah menengah (setingkat SMP). Dan satu juta rakyat Kuba
buta-huruf. Kemudian, lebih dari satu juta orang dijadikan tenaga pengajar
untuk pendidikan gratis. Alhasil, lebih dari 700.000 rakyat Kuba ikut dalam
program belajar dan menulis. Angka buta-huruf terjun bebas dari 21% menjadi
3,9%. Hingga kini, Kuba adalah salah-satu negara dengan melek-huruf tertinggi
dunia. Bahkan PBB pernah merilis 100% rakyat Kuba usia 17-24 tahun melek huruf.
99,8% melek-huruf untuk dewasa. Program pendidikan ini diberi nama, Yo sí Puedo (Ya, Saya Bisa).

Pendidikan untuk difabel

Konsep pembangunan bangsa di Kuba diletakkan pada prinsip mendemokratiskan semua sumber pengetahuan dengan mendorong partisipasi publik secara maksimal. Saat ini, 5.093 siswa berkebutuhan-khusus terdaftar di berbagai institusi pendidikan khusus di seluruh negeri. Anak-anak autis ini dari Sekolah Khusus Abel Santamaría di provinsi Holguín.

Dora Laborí Kindelán, seorang spesialis ahli metodologi pendidikan dari Kementerian Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa sejalan dengan perubahan yang diterapkan pada sistem pendidikan nasional di Kuba, Pendidikan Khusus sedang menjalani proses perbaikan yang ekstensif, dengan tujuan untuk menyempurnakan pembelajaran dan pendidikan komprehensif bagi siswa dengan kebutuhan-khusus.

Dukungan pendidikan untuk siswa dengan berbagai kebutuhan dan keadaan,
peran program pelatihan spesialis dan staf, semuanya merupakan aspek penting
dari proses ini. Inisiatif eksperimental ini bekerjasama dengan siswa
tunanetra, berfokus pada bidang-bidang seperti dukungan untuk siswa dengan
ketidakmampuan belajar yang parah, saat ini diterapkan di enam provinsi di
negara tersebut. Hasil program ini kemudian diperluas ke seluruh wilayah
negara.

Saat ini setiap sekolah merancang skema pendidikan institusionalnya
sendiri, berdasarkan kurikulum yang lebih fleksibel dan memiliki konteks spesifik.
Sistem Pendidikan Khusus Kuba ditujukan untuk memastikan pengembangan
komprehensif orang-orang dengan kesulitan belajar secara maksimal. Salah satu
tujuan program Pendidikan Khusus ini adalah agar sebuah agenda pembelajaran
difokuskan pada potensi setiap siswa. “Dampak
faktor sosial dan pendidikan jauh lebih penting daripada pembatasan biologis
yang mungkin dimiliki siswa
,” kata Menteri Pendidikan. Proposal
lainnya adalah merestrukturisasi sistem penilaian dan bertujuan menyediakan
pendidikan berkualitas di sekolah yang harus terus berupaya lebih inklusif. Program
Pendidikan Khusus bertanggung jawab untuk menangani kebutuhan siswa. Januari
2018 yang lalu, menandai 56 tahun sejak sistem ini pertama kali
diimplementasikan. Capaian kecilnya adalah setiap tahun, 1.400 siswa lulus dari
berbagai institusi pendidikan khusus, dan bergabung langsung dalam angkatan
kerja produktif. Saat ini ada lebih dari 12 sekolah TK khusus dan 98 tempat
khusus anak usia dini di Kuba. 360 sekolah khusus di negara ini memenuhi
kebutuhan siswa penyandang difabel, termasuk bagi yang kesulitan belajar.

Lanjut ke Bagian II