Katakan Pada Dunia bahwa Saya adalah Difabel

0
427

Penulis: Barr

Newsdifabel.comNiamh Ní Hoireabhaird telah lapang dada menerima kondisi difabelnya, langkah selanjutnya adalah terlibat langsung membantu edukasi bagaimana cara masyarakat memandang difabel.

Dia pengguna kursi roda yang juga aktif di Trinity College Dublin Students’ Union (Serikat Mahasiswa Trinity College Dublin) adalah seorang advokat dan aktivis.

Baru-baru ini, Niamh melakukan penelitian tentang pembelajaran daring bagi difabel daksa. Ada banyak tanggapan dari survei yang dilakukan pada 90 orang, dan mengumpulkan informasi tentang pengalaman pelajar dengan pembelajaran daring.

Dalam survei baru-baru ini di antara 90 siswa dengan kedifabelan yang berbeda, menunjukkan bahwa 49,5 persen memiliki pengalaman positif, 29 persen mengatakan negatif, 18 persen memiliki pengalaman campuran.

Roisin Hackett, seorang sosiolog dan pengamat kebijakan publik, berbicara tentang pengalamannya sebagai siswa difabel dengan kebutuhan mobilitas. Hackett menerangkan tentang kesulitannya menghadiri kuliah luring, dan diuntungkan dengan adanya pembelajaran daring karena tak harus bersusah payah mengayuh kursi rodanya.

Kesimpulan dari penelitian lainnya mengenai kondisi difabel tuli yang diuntungkan karena bisa merekam semua bahan materi pengajaran namun mendapati kekurangan ketiadaan subtitle. Dan itu membuat difabel tuli kehilangan beberapa materi.

Niamh butuh waktu bertahun-tahun untuk memahami kenyataan diagnosis tentang kondisi neuromuskuler progresif yang disebut Ataksia Friedreich. Gejala kedifabelannya mulai terlihat ketika berusia 13 tahun dan memasuki sekolah menengah.

Di usia 20 tahun, pertama kali Niamh duduk di kursi roda, jatuhlah air mata, dan peristiwa itu sangat membekas di ingatannya. Terlebih ketika mulai awal perkuliahan, dia mengira sedang berjuang untuk sebuah kekalahan.

Kini Niamh telah bangkit sempurna dengan tubuh yang sempurna pula, sebab, kursi roda dan ketidakmampuannya berjalan adalah juga kesempurnaan. Tak hanya itu, Niamh kini dengan kepercayaan tinggi berani mengidentifikasi diri sebagai difabel pada dunia.

Bersama orang-orang hebat, akhirnya dia bisa mencapai penerimaan diri. Pembalikan narasi dalam pikiran tentang kondisi diri adalah kunci kebangkitannya.